Menristek: Generasi Muda Mampu Ciptakan Lapangan Kerja Lewat Start Up

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro mendorong generasi muda Indonesia untuk produktif dalam menghasilkan riset yang inovatif. Dia menilai generasi muda mampu membuka lapangan pekerjaan dengan berbagai start up yang diciptakan.

Hal ini disampaikan Menristek dalam acara puncak rangkaian acara kompetisi ilmiah Indonesia Science Expo 2020 (ISE 2020). Rangkaian kompetisi ilmiah terdiri dari Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR), National Young Inventors Award (NYIA), dan LIPI Young Scientist Award (LYSA).

"Mereka (generasi muda) mampu membangun dan menciptakan lapangan pekerjaan baru yang ditandai dengan munculnya berbagai start up karya anak bangsa," ujar Bambang dalam siaran pers, Kamis (19/10/2020).

Untuk itu, diperlukan upaya untuk mendorong generasi muda agar menjadi inovatif. Hal ini, kata dia, dapat dilakukan melalui pengembangan sistem inovasi daerah dan technopreneur muda.

Dia menyebut bahwa sejarah mencatat bahwa para pemuda telah menorehkan prestasi luar biasa dalam mengembangkan inovasi di Indonesia. Di samping itu, Bambang juga mendukung LIPI menjadi lembaga riset yang mampu berkontribusi untuk kesejahteraan, kemandirian, serta kebermanfaatan bagi masyarakat.

Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Laksana Tri Handoko menyampaikan bahwa para peneliti muda yang menyajikan ide-ide serta inovasi mereka sudah menjadi pemenang dalam kompetisi ini. Menurut dia, para para peneliti muda merupakan contoh yang baikbagi generasi ilmiah Indonesia.

"(Mereka) berani mengekspresikan ide-idenya dan turut berkontribusi dalam memberikan solusi bangi permasalahan bangsa," kata Handoko.

Dari total 39 finalis LKIR, telah dipilih masing-masing tiga pemenang dari bidang ilmu pengetahuan hayati, ilmu pengetahun teknik, ilmu pengetahuan kebumian, dan ilmu pengetahuan sosial dan kemanusiaan. Sementara dari total 41 finalis NYIA dipilih tiga karya terbaik.

Profesor Riset LIPI Syarif Hidayat yang mewakili dewan juri, mengungkapkan para finalis sangat hebat dalam memilih topik penelitian. Meski begitu, mereka juha perlu melamhkan perbaikan ke depan untuk ketersediaan data dan analisis.

"Dalam kesempatan ini, kami para juri melakukan penilaian atas startegi presentasi, pembekalan kepada para finalis tentang prinsip penelitian yang benar, dan penyemaian etika penelitian," ungkapnya.

LIPI juga menyelenggarakan penganugerahan penghargaan LIPI Young Scientis Award (LYSA) untuk para ilmuwan muda yang telah menunjukan prestasinya yang luar biasa di bidang ilmu pengetahuan dan teknoogi. Pemenang LYSA kali ini adalah Afriyanti Sumboja, dosen Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara, Institute Teknologi Bandung.

Kompetisi Ilmiah

Sebagai informasi, LKIR adalah kompetisi ilmiah bagi siswa SMP dan SMA/sederajat dengan batas maksimum duduk pada kelas 12. LKIR menjaring proposal terbaik seluruh Indonesia untuk dibimbing langsung oleh peneliti LIPI.

Tahun ini, terdapat total 41 finalis LKIR dari bidang hayati, teknik, kebumian, dan sosial yang lolos tahap seleksi. NYIA adalah kompetisi ilmiah bagi remaja dalam melakukan inovasi.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas, memberikan apresiasi dan menggali potensi remaja di bidang inovasi teknologi. Peserta NYIA adalah Anak-anak dan Remaja (8 -18 tahun) setingkat SD, SMP, dan SMA/sederajat. Tahun ini terdapat total 39 projek yang lolos sebagai finalis NYIA.

LYSA adalah sebuah ajang penghargaan yang dirintis oleh LIPI sejak tahun 2017, sebagai apresiasi bagi rekam jejak peneliti muda berusia dibawah 40 tahun yang berprestasi dan konsisten dalam melakukan penelitian dibidangnya.

Saksikan video pilihan di bawah ini: