Menristek : Indonesia Peringkat 50 Daya Saing Negara

  • Tak becus garap geotermal, Dahlan pecat bos PLN dan Pertamina?

    Tak becus garap geotermal, Dahlan pecat bos PLN dan Pertamina?

    Merdeka.com
    Tak becus garap geotermal, Dahlan pecat bos PLN dan Pertamina?

    MERDEKA.COM. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menyiapkan sanksi untuk Direktur Utama PLN Nur Pramudji dan Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan dalam masalah pemanfaatan panas bumi menjadi sumber energi listrik. Menurut Dahlan, energi panas bumi atau geotermal selama ini tidak dimanfaatkan karena ada ketidakcocokan harga antara PLN dan Pertamina. …

  • Pemuda Ini Dapatkan Milliaran Rupiah Dengan Membuat Jutaan Orang Terta …

    Pemuda Ini Dapatkan Milliaran Rupiah Dengan Membuat Jutaan Orang Terta …

    Studentpreneur
    Pemuda Ini Dapatkan Milliaran Rupiah Dengan Membuat Jutaan Orang Terta …

    Bayangkan betapa bahagianya kalau Anda berhasil membuat puluhan juta orang tertawa, namun juga mendapatkan uang sampai puluhan milliar rupiah? Ray Chan, anak muda dari Hong Kong berhasil mewujudkannya dengan menciptakan situs komedi populer 9GAG. Tanyalah pada anak muda yang berusia di bawah 30 tahun, kebanyakan dari mereka adalah pengunjung setia 9GAG. Bahkan, saking populernya di Indonesia, sampai ada situs-situs lokal yang berusaha menjadi 9GAG-nya Indonesia. Saat ini, 9GAG dikunjungi oleh …

  • Industri Kertas Indonesia Kalah dari Singapura  

    Industri Kertas Indonesia Kalah dari Singapura  

    Tempo
    Industri Kertas Indonesia Kalah dari Singapura  

    TEMPO.CO, Jakarta - Meskipun memiliki pasokan bahan baku kertas yang besar, Indonesia masih kalah dari Singapura dalam hal ekspor produk cetakan. Ketua Umum Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI) Jimmy Junianto mengatakan saat ini nilai ekspor barang cetakan Indonesia baru mencapai US$ 226 juta, hanya seperenam dari nilai ekspor produk cetakan Singapura yang sebesar US$ 1,5 miliar. …

Banjarbaru (ANTARA) - Indonesia menempati peringkat 50 dalam daya saing antarnegara dari 144 negara yang disurvei sesuai data Global Growth Competitiveness Index yang dikeluarkan Forum Ekonomi Dunia 2012-2013.

"Indonesia menempati peringkat 50, tahun sebelumnya menduduki peringkat 46 dari 142 negara yang disurvei," kata Menteri Negara Riset dan Teknologi Gusti Muhamad Hatta di Banjarbaru, Jumat.

Ia mengatakan hal itu di depan peserta sosialisasi Insentif Riset Sistem Inovasi Nasional (Sinas) yang dilaksanakan di aula Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Menurut dia, peringkat itu jauh di bawah negara ASEAN lainnya seperti Singapura yang menduduki peringkat 2, Malaysia peringkat 25, Brunei peringkat 28 dan Thailand yang menempati peringkat 38.


"Penurunan peringkat itu memprihatinkan karena mencerminkan kemampuan teknologi suatu negara sehingga harus didorong agar kemampuan teknologi kita mampu sejajar dengan negara lain," ungkapnya.

Dikatakannya, dilihat dari publikasi, produktivitas ilmu pengetahuan dan teknologi Indonesia dibandingkan publikasi internasional juga masih belum menunjukkan hasil yang memuaskan.

Dicontohkan, publikasi internasional Indonesia selama kurun waktu 2001-2010 sebanyak 7.843 tulisan jauh dibanding Singapura, Thailand dan Malaysia yang menghasilkan lebih dari 30.000 publikasi ilmiah.

"Itu semua menjadi tantangan kita bersama untuk bekerja lebih giat dalam berkarya, melakukan riset dan mendayagunakan hasil-hasil riset sehingga mampu bersaing dengan negara lain," katanya.

Disebutkannya, salah satu kebijakan Kementerian Riset dan Teknologi untuk mendorong peningkatan publikasi ilmiah adalah menjalankan program Insentif Riset Sinas dalam bentuk pendanaan bagi sebuah riset.

Menurut dia, program insentif riset Sinas adalah instrumen kebijakan berupa pendanaan riset untuk penguatan Sinas melalui peningkatan sinergi, produktivitas dan pendayagunaan sember daya litbang nasional.

"Pada era transparansi dan akuntabilitas, pendanaan riset ini diselenggarakan dengan mekanisme kompetisi secara terbuka sehingga bisa diikuti peneliti di universitas baik negeri maupun swasta," ujarnya.

Ia mengatakan Kemenristek mengundang seluruh perguruan tinggi negeri, swasta dan lembaga riset pemerintah berpartisipasi melalui proposal atau riset yang bermutu tinggi terutama yang dapat memecahkan persoalan bangsa.

"Hasil riset lembaga penelitian perguruan tinggi negeri dan swasta itu diharapkan memberikan sumbangsih signifikan bagi penyelesaian isu-isu strategis nasional yang memerlukan dukungan iptek," katanya. (ar)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...