Menristek Ingin GeNose Dipakai di Lokasi Wisata hingga Pabrik

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/BRIN) Bambang Brodjonegoro mendorong sektor pariwisata menggunakan GeNose sebagai alat skrining bagi para pengunjung.

Hal ini ditandai dengan penyerahan 100 unit GeNose C-19 kepada Accor Group, dimana nantinya, seluruh hotel di bawah manajemen Accor Group akan menggunakan GeNose untuk mendeteksi pengunjung yang terinfeksi Covid-19.

Bambang ingin, penggunaan GeNose ini menjadi instrumen pemulihan ekonomi nasional (PEN) karena dapat digunakan di sektor yang terdampak pandemi.

"Saya ingin memposisikan GeNose ini jadi salah satu instrumen PEN dan tidak hanya di tempat pariwisata. Intinya mobilitas. GeNose ini ideal selain di sektor pariwisata juga di pabrik, karena yang kerja ini ratusan, ribuan. Lalu kantor besar. Kemudian di tempat umum," katanya dalam Launching GeNose untuk Kepariwisataan Indonesia, Jumat (19/2/2021)

Pihaknya ingin agar setiap hotel menyediakan satu laptop untuk analisa skrining Covid-19. Rencananya, tim GeNose akan membuat alat khusus sehingga tidak perlu menggunakan laptop terpisah ke depannya.

"Jadi bayangan saya, tamu ke hotel nggak usah periksa temperatur, tapi pakai GeNose saja, jadi nggak usah kerja dua kali. Dan ini akan sangat memudahkan," tandas Bambang.

Dengan biaya satu mesin senilai Rp 60 juta, kapasitas pemakaian GeNose bisa mencapai 100 ribu kali. Bambang mengimbau agar para pengusaha tidak melihat harga ketika membeli GeNose karena fungsinya lebih besar untuk jangka panjang.

"Jadi jangan lihat beli GeNose ini jangan hanya sebagai expense, tapi investment. Kalaupun expense ini jangka panjang sekali," katanya.

Menhub Budi Karya Targetkan GeNose Hadir di 44 Kota dalam 1 Bulan

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melakukan peninjauan pelayanan alat deteksi covid-19 karya anak bangsa GeNose di Stasiun Kereta Api (KA) Bandung, Jumat (19/2/2021).  (Foto: Kemenhub)
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melakukan peninjauan pelayanan alat deteksi covid-19 karya anak bangsa GeNose di Stasiun Kereta Api (KA) Bandung, Jumat (19/2/2021). (Foto: Kemenhub)

Sebelumnya, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meninjau pelayanan alat deteksi covid-19 karya anak bangsa GeNose di Stasiun Kereta Api (KA) Bandung, pada Jumat 19 Februari 2021.

Penerapan GeNose di Stasiun KA Bandung sebagai salah satu syarat bepergian menggunakan kereta api jarak jauh sudah diterapkan sejak 15 Februari 2021.

"Ini adalah tahap kedua GeNose kita lakukan. Tahap pertama yaitu di Jakarta dan Yogyakarta dan sekarang ada penambahan di 5 kota lagi yaitu Bandung, Cirebon, Semarang, Surabaya, dan Solo," ujar Budi Karya dalam keterangan tertulis, Jumat (19/2/2021).

Tercatat, hingga saat ini, sudah ada 8 stasiun KA yang menyediakan pelayanan penyaringan Covid-19 melalui GeNose. Menhub menjelaskan, ke depannya akan semakin bertambah lagi stasiun KA yang akan menggunakan alat GeNose ini.

Menhub sendiri menargetkan penambahan alat GeNose dalam kurun waktu seminggu hingga satu bulan ke depan.

"Saya harap dalam kurun waktu seminggu ini, pelayanan GeNose sudah ada di 20 kota lainnya. Dan bertambah lagi ke 44 kota lainnya dalam waktu kurang dari satu bulan," kata Menhub.

Dalam kunjungannya, Menhub juga turut mengapresiasi PT Kereta Api Indonesia yang sudah melakukan sejumlah perbaikan pelayanan dengan menyediakan bilik penyekatan bagi para calon penumpang yang melakukan tes GeNose agar tidak berdekatan satu dengan yang lain, seperti yang disarankan oleh para ahli epidemiologi.

Menhub juga mengapresiasi antusiasme masyarakat untuk menggunakan GeNose."Sejak 15 Februari 2021 sampai dengan hari ini atau hari ke-5, penumpang kereta api yang melakukan tes screening GeNose di Stasiun Bandung sudah mencapai 1.514 orang," ujarnya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: