Mensos Juliari Jadi Tersangka, Mahfud MD Dukung KPK Buru Koruptor

Daurina Lestari, Eka Permadi
·Bacaan 2 menit

VIVA – Komisi Pemberantasan Korupsi alias KPK telah menetapkan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Edhy Prabowo dan Menteri Sosial, Juliari P Batubara, sebagai tersangka. Juliari diduga terlibat dalam kasus korupsi bantuan sosial (bansos) COVID-19. Tak hanya itu KPK juga menetapkan dua kepala daerah sebagai tersangka.

“Pemerintah mendukung langkah-langkah KPK menangkap dan memburu para koruptor di instansi pemerintah, termasuk di KKP, Kemensos, OTT pemda dan lain lain,” tulis Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, di akun Twitter @mohmahfudmd yang dikutip Minggu, 6 Desember 2020.

“Sejak awal Presiden sudah meminta agar KPK, Kejagung dan Polri tidak rikuh memerangi korupsi asalkan benar dan profesional. Bravo, KPK,” jelasnya.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan Menteri Sosial, Juliari Batubara menjadi tersangka. Ia adalah salah satu dari lima tersangka kasus program bantuan sosial penanganan COVID-19 untuk Jabodetabek tahun 2020.

Tiga penerima suap dan dua yang memberi suap. Kasus itu terkait dengan bansos COVID-19 untuk Jabodetabek tahun 2020.

KPK menduga Menteri Sosial Juliari Batubara menerima Rp17 miliar dari korupsi proyeksi bantuan sosial COVID-19. Uang tersebut diduga berasal dari dua kali periode proyek pengadaan bansos.

Mensos diduga sebagai penerima bersama MJS dan AW. Sementara itu, pemberi adalah AIM dan HS. MJS dan AW adalah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang ditunjuk mensos dalam pelaksanaan proyek tersebut, dengan cara penunjukan langsung para rekanan, dan diduga disepakati ditetapkan adanya fee dari tiap-tiap paket pekerjaan yang harus disetorkan para rekanan kepada Kementerian Sosial melalui MJS. Untuk fee tiap paket Bansos di sepakati oleh MJS.

"KPK selalu mengingatkan para pihak untuk tidak melakukan korupsi, apalagi di masa pandemi. Namun, jika masih ada pihak-pihak yang mencari celah dengan memanfaatkan situasi dan kesempatan untuk keuntungan pribadi dan kelompoknya, KPK melalui upaya penindakan akan menindak dengan tegas. Kami berharap apa yang kami lakukan hari ini menjadi peringatan agar tidak ada lagi pihak-pihak yang memanfaatkan situasi untuk korupsi," kata Ketua KPK, Firli Bahuri.

Baca juga: Ini Alur Kasus Bansos COVID-19 yang Jerat Mensos Juliari Batubara