Mensos: Kearifan lokal tekan korban jiwa saat bencana

·Bacaan 1 menit

Menteri Sosial Tri Rismaharini mengemukakan bahwa kearifan lokal masyarakat dapat menekan adanya korban jiwa saat terjadi bencana.

"Kalau kearifan lokal dikedepankan maka akan memperkecil jumlah korban jiwa," ujar dia dalam konferensi pers di GOR Waringin Jayapura, Kamis.

Ia mengatakan tentang pembelajaran di Pulau Simelelue, Aceh dalam menghadapi bencana alam, di mana masyarakat memanfaatkan kearifan lokal dan pengetahuan dasar saat merespons terjadinya gempa. Mereka mengungsi ke tempat tinggi.

Baca juga: Risma harap pemda waspadai hunian di lereng bukit pemicu longsor

Ia menjelaskan Pulau Simelue lokasi rawan gempa. Namun, dengan kearifan lokal, korban jiwa yang masif dapat terhindarkan saat terjadi bencana itu.

Selain itu, Tagana (Taruna Siaga Bencana) di Nusa Tenggara Timur juga diajarkan cara menyelam guna mitigasi bencana.

Risma juga menyarankan pemerintah daerah memetakan lokasi-lokasi rawan bencana sehingga mudah melakukan antisipasi.

"Pemda itu sebaiknya 'mapping' (memetakan) lokasi-lokasi sehingga memudahkan dalam melakukan antisipasi. Selanjutnya akan dipilih lokasi yang aman. Rapat koordinasi itu memang rutin dilakukan, yang perlu dilakukan adalah kearifan lokal," ujar dia.

Baca juga: Kepala BMKG: Perubahan iklim jadikan ilmu titen "ambyar"
Baca juga: Risma serahkan bantuan korban banjir di Jayapura
Baca juga: Ganjar ajak warga gunakan kearifan lokal antisipasi bencana

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel