Mensos: Penyelesaian Masalah Sosial Butuhkan Pemberdayaan

Jakarta (ANTARA) - Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri mengemukakan, penyelesaian masalah sosial dengan pendekatan manusiawi perlu diikuti dengan pemberdayaan.

"Penyelesaian masalah sosial dengan pendekatan manusiawi bukan hanya menutup lokalisasi prostitusi, tapi memulangkan wanita rawan sosial-ekonomi ke daerah asalnya setelah melalui pemberdayaan. Mereka beralih profesi lebih bermartabat," katanya seperti disampaikan Tenaga Ahli Mensos Bidang Tata Kelola Pemerintahan dan Hubungan Masyarakat Sapto Waluyo, M.Sc di Jakarta, Selasa.

Pada Senin (12/11), Mensos mencanangkan "bedah kampung" di Desa Ngujang, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.

Mensos mendukung inisiatif Bupati Tulungagung Heru Tjahjono yang menutup dua lokalisasi wanita tuna susila (WTS) di Kaliwungu dan Ngujang.

Sementara itu, Bupati Tulungagung Heru Tjahjono menjelaskan, tidak kurang dari 351 WTS dipulangkan sejak Juli 2012.

Dari jumlah itu, katanya, ada 36 di antaranya warga Tulungagung diberi bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) senilai Rp2 juta per orang.

"Kami bersyukur karena lokalisasi yang beroperasi sejak 41 tahun lalu bisa diakhiri. Masyarakat kini sadar banyak risiko sosial yang dialami. Kita ingin memulai hidup lebih sehat," kata Bupati yang sangat senang dengan dukungan Mensos.

Mensos meluncurkan rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) sebanyak 200 unit dengan bantuan senilai Rp10 juta per rumah.

Selain itu, ditambah empat sarana lingkungan/MCK (mandi, cuci, kakus) dengan bantuan Rp45 juta.

Bagi warga miskin di sekitar lokalisasi juga dibentuk 39 kelompok usaha bersama (KUBE) masing-masing Rp20 juta, yang antara lain mengelola warung makan, gerobak bakso, becak wisata dan usaha rumahan.

Dalam perjalanan dari Malang, sebelum tiba di Tulungagung, Mensos mampir ke Blitar untuk berziarah ke makam Presiden RI pertama Soekarno.

"Para pendiri bangsa mewasiatkan kepada kita untuk membangun bangsa ini. Kemerdekaan adalah jembatan emas menuju kesejahteraan. Kita harus berjuang keras tanpa pamrih sebagaimana mereka lakukan," kata Mensos.(rr)



Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.