Mensos Realisasikan Janji Jokowi untuk Korban Longsor Bogor

Aries Setiawan
·Bacaan 3 menit

VIVA – Menteri Sosial Juliari P. Batubara merealisasikan janji Presiden Joko Widodo kepada korban tanah longsor di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor.

Mensos mengunjungi warga korban tanah longsor untuk menyerahkan langsung bantuan jaminan hidup kepada sebanyak 4.188 KK atau 12.403 jiwa senilai Rp3,72 miliar.

"Ini adalah realisasi kepada rakyat di Kecamatan Sukajaya, khususnya dari 4 desa yang terdampak bencana alam longsor," ujar Ari sapaan akrab Mensos.

Lanjut Mensos, beberapa hari setelah bencana tersebut, dia juga ikut mendampingi Presiden Jokowi ke lokasi. "Di bawah sana, di dekat puskesmas kalau tidak salah. Pada saat itu belum bisa naik, sampai sini belum bisa, masih tertutup tanah longsor semua," tuturnya.

Bahkan, kata dia, pada saat Presiden ke lokasi, keadaan juga sedang hujan. "Sehingga memang kita ikut ngeri-ngeri sedap juga. Ini ada Presiden, beberapa menteri, semuanya tumplek di sini. Saya bilang ayo kita buruan, buruan, gitu," ujar mantan anggota DPR dua periode itu.

Penyerahan jaminan hidup tersebut bersamaan dengan peresmian 1.753 hunian sementara oleh Bupati Bogor Ade Yasin. Hadir juga Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Pepen Nazaruddin dan Komandan Korem 061/Surya Kencana Brigjen TNI Agus Subiyanto.

Mensos juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati Bogor dan Danrem 061 yang telah membantunya merealisasikan janji Presiden Joko Widodo.

"Terima kasih, Ibu Bupati dan jajarannya, dan juga Pak Danrem yang sudah merealisasikan komitmen Bapak Presiden untuk warga yang terdampak di hunian sementara ini. Mudah-mudahan nanti bisa bermanfaat untuk seluruh warga yang terdampak, dan juga insya Allah nanti pembangunan huntap bisa segera diselesaikan, segera saudara-saudara kita bisa menempati hunian tetap tersebut," katanya.

Mensos juga mengingatkan kepada Bupati Bogor agar mengkaji daerah-daerah yang rawan bencana. "Saya kira dibuat suatu kajian yang mendalam untuk beberapa daerah yang rawan longsor," kata Mensos.

Artinya, lanjut Mensos, walaupun tidak mudah di lapangan, apakah memang daerah-daerah tersebut masih layak untuk dihuni atau tidak. Karena kalau daerah tersebut masih dihuni, bahkan jumlahnya banyak, sampai kapan pun akan terus terjadi bencana alam yang merenggut korban.

"Boleh saja ada bencana alam, itu suatu yang pasti di Indonesia. Tapi kalau tidak ada warga yang menghuni kan kerugiannya, khususnya kerugian jiwanya bisa diminimalisasi," jelas Mensos.

Diberitakan sebelumnya, peristiwa bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Januari 2020 yang lalu akibatkan hujan yang berintensitas tinggi pada 4 kecamatan di wilayah Kabupaten Bogor yaitu Kecamatan Nanggung, Kecamatan Cigudeg, Kecamatan Sukajaya, dan Kecamatan Jasinga.

Akibatnya, 16 korban jiwa dan menyebabkan ribuan jiwa mengungsi karena kerusakan rumah. Melihat hal ini, Kemensos telah melakukan beberapa langkah penanganan darurat dan penyaluran bantuan sosial antara lain Pengerahan Tagana untuk melakukan aktivitas penanganan darurat bencana dan pelayanan dapur umum dan dukungan psikososial yang dilakukan oleh Tagana.

Mensos juga memaparkan bahwa ketika terjadi bencana, Kemensos telah mengirimkan berbagai bantuan senilai Rp2,67 miliar.

"Di luar itu, pada saat bencana, kita juga sudah pernah mengirimkan beberapa bantuan logistik, santunan ahli waris, juga sembako yang nilainya sekitar 2,67 miliar rupiah," ungkap Mensos.

"Jadi, kalau ditotal mungkin dari kami selama bencana sampai sekarang sudah sekitar 6,4 miliar rupiah yang kami berikan di Kecamatan Sukajaya, khususnya di empat desa yang terdampak ini," tambahnya.

Usai menyerahkan bantuan, Mensos dan rombongan meninjau langsung hunian sementara untuk memastikan kondisinya layak untuk dihuni. Mensos juga memastikan sumber air yang menjadi kebutuhan pokok sehari-hari sangat melimpah.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Pepen Nazaruddin mengatakan bahwa bantuan jaminan hidup disalurkan bekerja sama dengan Bank Mandiri dengan mekanisme nontunai.

"Kemensos menyalurkan jaminan hidup dengan nontunai, mereka dibukakan rekening dan di kasih ATM. Tujuanya adalah agar bantuan sampai ke penerima utuh sesuai dengan haknya," ujar Pepen.