Mensos Risma: Biaya dan Kondisi Alam Jadi Kendala Penyaluran Bansos ke Wilayah Terpencil

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Sosial (Mensos), Tri Rismaharini (Risma), mengakui bahwa penyaluran bantuan sosial di beberapa daerah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T) masih terhambat. Kendalanya disebabkan faktor biaya dan kondisi alam yang sulit membuat penyaluran bansos terlambat.

Risma pun mengatakan akan melakukan upaya untuk mengatasi kendala penyaluran bantuan sosial tersebut, termasuk dengan membuat peraturan terkait hal tersebut.

"Faktor biaya dan kondisi alam yang sulit membuat KPM (Keluarga Penerima Manfaat) di kawasan 3T terlambat menerima bansos. Kami akan melakukan asesmen lebih dahulu untuk memastikan pendekatan apa yang paling tepat agar penerima manfaat di kawasan 3T bisa mendapatkan haknya," kata Risma dikutip dari keterangannya pada Rabu (1/9/2021).

Ia menegaskan bahwa Kemensos akan merespon kendala penyaluran bansos di wilayah 3T dengan serius. Risma menyatakan kesiapannya menandatangani peraturan untuk mempermudah warga di daerah 3T mendapatkan hak-haknya.

Dalam pertemuan dengan pemerintah daerah, bank Himbara, dan Pendamping Sosial Program Keluarga Harapan (PKH) juga Program Kartu Sembako di Riau, pada Selasa (31/08), Risma mengatakan telah mendapat gambaran tentang bagaimana sulitnya medan tempuh yang sering kali menjadi kendala.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Pendekatan Geografis

Beberapa pendamping sosial PKH menyatakan proses penyaluran kadang harus ditempuh menggunakan perahu dengan biaya yang tidak murah, yakni berkisar antara Rp 200-600 ribu.

Oleh karena itu, katanya, perlu dilakukan asesmen untuk membuat peraturan yang memudahkan proses penyaluran bansos di daerah 3T.

"Harus menggunakan pendekatan geografis bukan administratif. Khususnya untuk kawasan dengan wilayah kepulauan," kata Mensos Risma.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel