Mensos Risma Dapat Tekanan Karena Data Ganda Bansos

·Bacaan 1 menit

VIVA – Menteri Sosial Tri Rismaharini atau Risma, dicecar mengenai temuan 21 juta data ganda penerima bantuan sosial atau bansos, oleh anggota Komisi VIII DPR RI. Dewan mendesak persoalan ini dapat diselesaikan, karena merugikan negara.

Menjawab tuntutan anggota DPR tersebut, Risma justru mengungkapkan kalau ia mendapatkan banyak tekanan saat membereskan data tersebut.

"Saya mungkin bisa jelaskan, pak. Terus terang, pak, data ini banyak sekali tekanan, saya harus jelaskan," kata Risma di ruang rapat Komisi VIII, Kamis 3 Juni 2021.

Baca juga: Haji 2021 Ditiadakan, PBNU dan MUI Minta Jemaah Bersabar

Pernyataan mengejutkan dari Risma tersebut, langsung direspon oleh Ketua Komisi VIII Yandri Susanto.

"Yang nekan ibu tuh siapa," tanya Yandri.

Namun Risma tidak menyebut secara gamblang, dan hanya mengatakan, "Ada pak, mohon maaf (tidak bisa disebutkan)," kata Risma.

Yandri terus mendesak agar mantan Wali Kota Surabaya tersebut membuka dalam rapat, siapa pihak yang telah menekannya dalam membereskan data ganda penerima bansos ini. Menurut Yandri, masalah data ganda ini juga berdampak negatif bagi Komisi VIII. Sehingga baik Kementerian Sosial dan Komisi VIII harus sama-sama bisa membereskan.

"Kita yang diberikan amanah harus tahu juga, karena ini kita termasuk yang tertuduh oleh menyetujui data fiktif tapi anggarannya disalurkan. Triliunan loh ini," jelas politisi PAN tersebut.

Meski sudah dipaparkan oleh Yandri, Risma tetap bungkam dan tidak membeberkan siapa orang atau pihak yang menekannya karena ingin membereskan data ganda penerima bansos.

"Saya mohon maaf kalau memang itu saya mohon maaf," kata Risma.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel