Mensos Risma optimistis BLT minyak goreng rampung sebelum Lebaran

·Bacaan 1 menit

Menteri Sosial RI Tri Rismaharini meyakini penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) minyak goreng rampung sebelum Lebaran 1443 Hijriah, karena saat ini sudah mencapai 98 persen.

"Akan rampung insya Allah, ini 2-3 hari akan selesai," kata Risma usai melantik pejabat di lingkungan Kementerian Sosial di Jakarta, Senin.

Mensos mengatakan meski hampir rampung, masih juga ditemukan kendala dalam penyaluran, baik karena kondisi geografis maupun data penerima.

Baca juga: KSP: BLT minyak goreng sudah tersalurkan ke 17,2 juta keluarga

Baca juga: KSP awasi secara terpadu penyaluran BLT minyak goreng

"Kendalanya banyak, Indonesia ini kan kepulauan, kemudian ada yang di Papua jaraknya jauh, terpaksa kita terobos bagaimana bisa dibagikan, kemarin kita kirim pakai pesawat untuk mempercepat," katanya.

BLT minyak goreng diberikan dengan indeks Rp100.000 setiap bulan selama tiga bulan, yaitu April, Mei dan Juni, yang diserahkan sekaligus pada bulan April 2022.

Sehingga, masyarakat yang memenuhi syarat akan menerima bantuan senilai Rp300 ribu per keluarga penerima manfaat (KPM) yang diserahkan secara tunai melalui PT Pos Indonesia.

BLT minyak goreng menjangkau sasaran sebanyak 20,65 juta KPM. Mereka adalah 18,8 juta KPM Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) dan 1,85 juta KPM Program Keluarga Harapan (PKH) yang belum terdaftar sebagai penerima BPNT.

Baca juga: Penyaluran BLT minyak goreng di Surabaya capai 92 persen

Kebijakan BLT minyak goreng merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk melindungi, menjaga daya beli masyarakat, terutama kelompok miskin dan rentan, sebagai landasan penting dalam upaya mendukung dan mendorong pemulihan ekonomi nasional.

Dengan demikian, kebijakan BLT minyak goreng juga berkontribusi dalam penguatan fondasi ekonomi menghadapi berbagai tantangan dan risiko atas dinamika ekonomi global dan domestik.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel