Mensos Risma: Penyaluran Bansos di Jawa Sudah 89 Persen

·Bacaan 1 menit

VIVA – Kementerian Sosial Republik Indonesia telah menyalurkan bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) kepada masyarakat.

"Penyaluran bansos PKH dan BPNT di Jawa sudah di atas 89 persen," kata Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini di Jakarta, Selasa, 3 Agustus 2021.

Risma menuturkan bahwa bansos diberikan karena tidak semua bisa mendapatkan bantuan. Sebelum pandemi, kalangan pekerja marjinal mereka bisa bekerja, berjualan, dan mencari nafkah.

Bantuan tunai untuk membantu meningkatkan daya beli masyarakat. Bantuan beras, untuk menambah sebagian kebutuhan pokok penerima bantuan.

"Bantuan beras sebesar 10 kg dari bulog diberikan kepada 10 juta KPM PKH, 10 juta KPM Bantuan Sosial Tunai (BST) dan 8,8 juta BPNT/Kartu Sembako non-PKH," katanya.

Selain itu, ia juga minta daerah aktif untuk verivali (revisi dan validasi) data. Sesuai UU Nomor 13/2011 tentang Penanganan Fakir Miskin, daerah yang memiliki wewenang melakukan verivali data. Ada daerah yang aktif ada yang tidak aktif. “Di Papua jangan kira jauh saja, tapi di sana ada yang sudah daerah kabupaten/kota memperbaiki 100 persen,” ujarnya.

Risma menambahkan, "Papua ada yang sebelumnya mengusulkan 15.000 penerima bantuan, sekarang sudah 28.000-an penerima bantuan dalam usulan baru. Silakan kalau ada penambahan.”

Baca juga: Pendamping PKH Kemensos Korupsi Rp800 Juta, Ini Ancaman Risma

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel