Mental Ilness adalah Kondisi yang Tak Boleh Diabaikan, Ketahui Jenisnya

·Bacaan 5 menit

Liputan6.com, Jakarta Mental ilness adalah salah satu masalah kesehatan yang tak boleh diabaikan begitu saja. Sama seperti penyakit lainnya, mental ilness memerlukan perawatan dan penanganan serius. Kesehatan mental sangan penting untuk mengatur emosi, pemikiran, komunikasi, dan kesehatan secara keseluruhan.

Mental ilness adalah penyakit yang bisa mengganggu kehidupan sehari-hari baik secara pribadi maupun sosial. Mental ilness adalah gangguan yang bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor berbeda, termasuk genetika, lingkungan, dan gaya hidup.

Mental ilness adalah kondisi yang kerap diabaikan banyak orang. Banyak orang yang memiliki penyakit mental tidak mau membicarakannya. Padahal mental ilness sama dengan penyakit kain seperti penyakit jantung atau diabetes yang memerlukan perawatan serius.

Hingga kini mental ilness adalah salah satu kondisi yang masih mendapat stigma negatif dari masyarakat. Padahal mental ilness adalah kondisi yang membutuhkan banyak dukungan psikologis dari orang sekitar. Berikut pengertian tentang mental ilness, jenis, dan penyebab, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Jumat(6/11/2020).

Mengenal mental ilness

Ilustrasi mental ilness. (iStockphoto)
Ilustrasi mental ilness. (iStockphoto)

Mental ilness adalah istilah yang menjelaskan tentang penyakit mental. Menurut Mayo Clinic, mental ilness adalah berbagai kondisi kesehatan mental - gangguan yang memengaruhi suasana hati, pemikiran, dan perilaku.

Banyak orang memiliki masalah kesehatan mental dari waktu ke waktu. Tetapi masalah kesehatan mental bisa menjadi penyakit mental ketika tanda dan gejala sedang berlangsung serta menyebabkan stres dan memengaruhi kemampuan psikologis untuk berfungsi.

Menurut WHO, mental ilness mental terdiri dari berbagai masalah dengan gejala yang berbeda. Namun, mereka umumnya dicirikan oleh beberapa kombinasi dari pikiran, emosi, perilaku dan hubungan yang tidak normal dengan orang lain.

Dilansir dari Healthline, mental ilness adalah istilah luas yang mencakup berbagai macam kondisi yang memengaruhi cara seseorang merasa dan berpikir. Memiliki kesehatan mental yang baik membantu seseorang menjalani hidup yang relatif bahagia dan sehat. Ini membantu seseorang menunjukkan ketahanan dan kemampuan untuk menghadapi kesulitan hidup.

Penyebab mental ilness

ilustrasi depresi mayor/unsplash
ilustrasi depresi mayor/unsplash

Kesehatan mental dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk peristiwa kehidupan atau bahkan genetika. Penyakit mental dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor berbeda, termasuk gentika, lingkungan, dan gaya hidup.

Dilansir dari Mayoclinic, secara umum, dianggap disebabkan oleh berbagai faktor genetik dan lingkungan. Penyebab umum mental ilness adalah:

Genetik: Penyakit mental lebih sering terjadi pada orang yang saudara sedarahnya juga memiliki penyakit mental. Gen tertentu dapat meningkatkan risiko seseorang mengembangkan penyakit mental, dan situasi hidup dapat memicunya.

Paparan lingkungan sebelum lahir: Paparan stresor lingkungan, kondisi peradangan, racun, alkohol atau obat-obatan selama di dalam kandungan terkadang dapat dikaitkan dengan penyakit mental.

Kimia otak: Neurotransmitter adalah bahan kimia otak yang terjadi secara alami yang membawa sinyal ke bagian lain dari otak dan tubuh. Ketika jaringan saraf yang melibatkan bahan kimia ini rusak, fungsi reseptor saraf dan sistem saraf berubah, yang menyebabkan depresi dan gangguan emosional lainnya.

WHO mengungkapkan penentu kesehatan mental dan gangguan mental tidak hanya mencakup atribut individu seperti kemampuan untuk mengelola pikiran, emosi, perilaku dan interaksi seseorang dengan orang lain. Ini juga mencakup faktor sosial, budaya, ekonomi, politik dan lingkungan seperti kebijakan nasional, perlindungan sosial, standar kehidupan, kondisi kerja, dan dukungan masyarakat.

Jenis-jenis mental ilness

ilustrasi mengatasi depresi/unsplash
ilustrasi mengatasi depresi/unsplash

Ada ratusan jenis kondisi mental ilness yang bisa dialami manusia. Mereka umumnya dicirikan oleh kombinasi dari pikiran, persepsi, emosi, perilaku, dan hubungan yang tidak normal dengan orang lain. Berikut jenis-jenis mental ilness yang umum ditemukan:

Depresi

Menurut WHO, depresi adalah gangguan mental yang umum dan salah satu penyebab utama gangguan mental di seluruh dunia. Secara global, diperkirakan 264 juta orang terkena depresi.

Depresi ditandai dengan kesedihan, kehilangan minat atau kesenangan, perasaan bersalah atau harga diri rendah, gangguan tidur atau nafsu makan, kelelahan, dan konsentrasi yang buruk.

Bipolar

Menurut WHO, bipolar memengaruhi sekitar 45 juta orang di seluruh dunia. Bipolar ditandai dengan episode manik hingga depresi. Bipolar dapat memengaruhi tingkat energi dan kemampuan seseorang untuk berpikir secara wajar. Perubahan suasana hati yang disebabkan oleh gangguan bipolar jauh lebih parah daripada naik turunnya emosi yang dialami kebanyakan orang setiap hari.

Jenis-jenis mental ilness

ilustrasi depresi/unsplash
ilustrasi depresi/unsplash

Skizofrenia

Skizofrenia adalah gangguan mental yang parah, mempengaruhi 20 juta orang di seluruh dunia. Orang yang menderita skizofrenia mungkin mengalami halusinasi, mengalami delusi, dan mendengar suara-suara. Ini berpotensi menempatkan mereka dalam situasi berbahaya jika tidak ditangani.

Demensia

Di seluruh dunia, sekitar 50 juta orang menderita demensia. Demensia terjadi akibat kemunduran dalam fungsi kognitif melebihi apa yang diharapkan dari penuaan normal. Ini mempengaruhi memori, pemikiran, orientasi, pemahaman, perhitungan, kapasitas belajar, bahasa, dan penilaian.

Demensia disebabkan oleh berbagai penyakit dan cedera yang menyerang otak, seperti penyakit Alzheimer atau stroke.

Jenis-jenis mental ilness

Ilustrasi Depresi Credit: unsplash.com/Sydney
Ilustrasi Depresi Credit: unsplash.com/Sydney

Gangguan obsesif kompulsif

Gangguan obsesif-kompulsif (OCD) menyebabkan pikiran atau obsesi yang konstan dan berulang. Pikiran-pikiran ini terjadi dengan keinginan yang tidak perlu dan tidak masuk akal untuk melakukan perilaku tertentu, atau dorongan.

Gangguan stres pascatrauma (PTSD)

Gangguan stres pascatrauma (PTSD) adalah penyakit mental yang dipicu setelah mengalami atau menyaksikan peristiwa traumatis. Pengalaman yang dapat menyebabkan PTSD dapat berkisar dari peristiwa ekstrem, seperti perang dan bencana, hingga pelecehan verbal atau fisik.

Gangguan kecemasan umum

Gangguan kecemasan umum (GAD) melampaui kecemasan sehari-hari biasa, seperti gugup sebelum presentasi. Itu menyebabkan seseorang menjadi sangat khawatir tentang banyak hal, bahkan ketika hanya ada sedikit atau tidak ada alasan untuk khawatir.

Gejala umum mental ilness

Sumber : Freepik
Sumber : Freepik

Setiap jenis penyakit mental menyebabkan gejalanya sendiri-sendiri. Tetapi banyak yang memiliki beberapa karakteristik yang sama. Gejala penyakit mental dapat memengaruhi emosi, pikiran, dan perilaku. Gejala umum mental ilness adalah:

- Merasa sedih atau terpuruk

- Bingung berpikir atau berkurangnya kemampuan untuk berkonsentrasi

- Ketakutan atau kekhawatiran yang berlebihan, atau perasaan bersalah yang ekstrim

- Perubahan suasana hati yang ekstrim

- Penarikan diri dari teman dan aktivitas

- Kelelahan yang parah, energi rendah atau masalah tidur

- Delusi, paranoia atau halusinasi

- Ketidakmampuan untuk mengatasi masalah atau stres sehari-hari

- Kesulitan memahami dan berhubungan dengan situasi dan orang

- Perubahan besar dalam kebiasaan makan

- Perubahan dorongan seks

- Kemarahan yang berlebihan, permusuhan atau kekerasan

- Berpikir untuk bunuh diri

Penanganan mental ilness

Ilustrasi Stres dan Cemas Credit: pexels.com/VictoriaB
Ilustrasi Stres dan Cemas Credit: pexels.com/VictoriaB

Mental ilness bukanlah sebuah penyakit yang bisa dengan sederhana didiagnosis sendiri. Jika seseorang mulai mengenali adanya perubahan yang merujuk pada tanda atau gejala penyakit mental, temui penyedia layanan kesehatan atau ahli kesehatan mental.

Kebanyakan penyakit mental tidak membaik dengan sendirinya, dan jika tidak diobati, penyakit mental dapat menjadi lebih buruk dari waktu ke waktu dan menyebabkan masalah serius.

Mendiagnosis gangguan kesehatan mental adalah proses yang cukup panjang. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan mental. Karena kesehatan mental dapat menjadi kompleks dan gejalanya dapat bervariasi dari orang ke orang, mungkin seseorang perlu beberapa kali janji temu untuk mendapatkan diagnosis lengkap.

Perawatan untuk gangguan kesehatan mental bertujuan untuk mengurangi gejala, mengatasi penyebab yang mendasari, dan membuat kondisinya dapat dikelola.