Mentan ajak mahasiswa Universitas Brawijaya bangun pertanian modern

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengajak para mahasiswa Universitas Brawijaya Malang, Jawa Timur, untuk membangun sektor pertanian Indonesia dalam upaya meningkatkan produktivitas menuju pertanian modern.

Dalam kuliah umum di Universitas Brawijaya, Rabu, Syahrul mengatakan bahwa kaum intelektual yang merupakan mahasiswa itu diharapkan mampu mengembangkan sektor pertanian melalui teknologi dan mekanisasi untuk menjawab tantangan yang ada.

"Dan orang-orang intelektual yang paling pertama di depan menjawab berbagai tantangan yang ada. Paling tidak sebagian kecil beban negara bisa kita selesaikan," kata Syahrul.

Baca juga: Mentan minta industri pakan serap jagung hasil panen petani

Syahrul menjelaskan, sektor pertanian merupakan solusi bagi pertumbuhan ekonomi termasuk di Indonesia. Hal tersebut terbukti dengan Indonesia mampu melalui tantangan pandemi dan krisis ekonomi dunia secara baik dan terukur.

Oleh karena itu, ia berharap sektor pertanian bisa menjadi penyelamat bagi jutaan orang dalam mendapatkan lapangan kerja. Sektor pertanian merupakan penyuplai kebutuhan pokok bukan hanya di Indonesia, tapi di dunia.

"Saya selalu mengatakan bahwa solusi dari tantangan ini adalah pertanian, karena pertanian adalah makanan semua orang di dunia serta lapangan kerja yang paling siap untuk menghadapi tantangan besar global," katanya.

Menurutnya, mahasiswa merupakan garda terdepan dalam melakukan berbagai perubahan. Sementara pertanian adalah sektor yang paling siap dalam menyambut perubahan itu dengan mampu meningkatkan produktivitas dan mendorong kinerja ekspor.

"Mahasiswa membantu agar petani kita lebih sejahtera. Kita tidak boleh hanya iseng, semua harus dengan kerja keras, dengan kebersamaan, ketulusan dan keikhlasan. Pasti terlaksana," katanya.

Baca juga: Pakar sebut Indonesia berpotensi jadi lumbung pangan dunia

Pertanian Indonesia tumbuh dengan produktivitas beras di atas rata-rata. Hal tersebut yang membuat FAO dan IRRI memberi penghargaan khusus terhadap sistem ketahanan pangan Indonesia yang mampu mewujudkan swasembada.

Ia menambahkan, tantangan ke depan adalah ada potensi krisis seperti energi serta keuangan global. Tantangan tersebut diharapkan bisa dijawab bersama dengan mendorong sektor pertanian lebih modern untuk meningkatkan produktivitas.

"Tantangan itu pasti ada tetapi kita percaya diri dan harus optimis, tinggal seperti apa kita jalani secara bersama," katanya.