Mentan dorong pemda kembangkan "Integrated Farming System"

Ahmad Buchori
·Bacaan 3 menit

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengajak dan mendorong pemerintah daerah untuk membuat sistem pertanian terpadu atau "Integrated Farming System" menuju pertanian maju, mandiri, dan modern, di masa pademi COVID-19.

"Integrated Farming System adalah terjadinya integrasi antara pertanian, perikanan dan peternakan, artinya dalam satu kawasan atau titik hasil pertanian, perikanan dan peternakannya bagus," kata Mentan di sela kunjungannya di kawasan percontohan sistem pertanian terpadu, di Desa Giriroto Kecamatan Ngemplak Boyolali Jawa Tengah, Sabtu.

Mentan mengatakan dinamika dan semangat kuat oleh petani harus direspons lebih kuat lagi oleh pemerintah dan negara. Oleh karena itu, selain sektor pertanian, juga perikanan atau budidaya ikan air tawar harus menjadi pilihannya.

Hal tersebut, kata Mentan, yang menjadi kekuatan agar ke depan tidak hanya mono komoditas, atau bertumpu satu produksi misalnya, padi, jagung dan kacang saja, tetapi diharapkan tanaman pekarangan di rumah-rumah bisa memperkuat kebutuhan yang bisa ditunjang sesuai kemampuan wilayahnya masing-masing.

Mentan mengatakan hal tersebut sesuai arahan Presiden Joko Widodo yang mendorong agar di era pandemi COVID-19 ini, salah satu muaranya untuk membuat daya tahan bangsa semakin baik, agar ekonomi bangsa segera bangkit, yakni pertanian.

"Jadi yang lain bukan tidak penting, tetapi yang ada di hadapannya yang sudah berproduksi mulai 20 hari, lima bulan hingga tahunan itu, hanya pertanian. Pertanian bukan hal baru, sejak kecil sudah melihat sawah dan alam Indonesia yang paling cocok untuk pertanian, karena mataharinya terus bersinar, dan anginnya mengantar awan membangun air," kata Mentan.

Namun, semuanya tidak instan dan manusia harus selalu berusaha dan mensyukuri nikmat Tuhan Yang Maha Esa.

Dengan demikian, alam Indonesia termasuk di Kabupaten Boyolali ini, alam yang bagus sehingga perlu meningkatkan produktivitasnya, beragam, dan berjenis-jenis pertanian yang bisa di sekitar rumah.

"Kepala Daerah atau Dinas Pertanian khususnya lebih tahu apa yang harus dilakukan untuk meningkatkan produksinya, dan Kementan bersama jajarannya Kementerian Kelautan dan Perikanan tentunya akan memberikan dukungan bersama instansi terkait lainnya," kata Mentan.

Oleh karena itu, Mentan mengajak Pemda di Boyolali sekarang untuk berkonsentrasi membuat yang lain-lain untuk ketahanan pangan, dan tidak perlu lahan yang luas.

Selain itu, Mentan juga mencoba ada perkebunan sistem rumah tangga. Artinya, dengan bantuan bibit tanaman jeruk yang ditanam di setiap pekarangan rumah petani di wilayah Kecamatan Ngemplak Boyolali khususnya. Hal ini, yang menjadi targetnya untuk mempersiapkan perkebunan rakyat dari rumah tangga.

"Kami minta di Desa Giriroto Kecamatan Ngemplak Boyolali ini, membuat perkebunan gaya rumah tangga. Saya minta Dirjen Kementerian Pertanian tidak ada rumah tanpa pohon baru, tanaman jeruk dan bibit pohon kelapa dibagikan untuk setiap pekarangan warga," kata Mentan.

Petani pejuang yang harus dijaga khususnya di Kecamatan Ngemplak Boyolali akan dijadikan percontohan. Jika sudah selesai tiga bulan ke depan pihaknya bisa ke wilayah kecamatan lainnya. Jika Ngemplak ada 6.000 tanaman jeruk ke depan bisa didirikan industrinya untuk pembotolan jus jeruk

Mentan pada kesempatan tersebut selain memberikan bantuan bibit tanaman jeruk, pohon kelapa, juga 24.000 benih lele dengan delapan kolam yang atasnya bisa ditanami tanaman sayuran hidroponik untuk kelompok tani di Desa Giriroto. Bantuan juga berupa bibit tanaman padi, dan jagung.

"Kami membuat Integrated Farming System untuk percontohan selain di Desa Diriroto Ngemplak Boyolali, juga di Desa Kragan, Gedongrejo Kabupaten Karanganyar," kata Mentan.

Baca juga: Akhir Desember pengolahan lahan food estate Kalteng diharapkan selesai

Baca juga: Mentan: Perkuat pertanian dengan pelestarian adat budaya

Baca juga: Kunjungi Agrowisata Jatiluwih, Mentan dorong budidaya mina padi

Baca juga: Kunjungi Pemalang, Mentan dorong pertanian integrasi padi-lele