Mentan dorong peningkatan produksi dan ekspor kacang tanah

·Bacaan 2 menit

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mendorong peningkatan produksi dan pengembangan hilirisasi kacang tanah agar bisa merambah pasar ekspor dengan peningkatan kualitas produk olahan pangan.

Dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin, Mentan Syahrul mendorong produksi kacang tanah sebagai pangan lokal yang memiliki nilai ekonomi strategis serta dapat meningkatkan langsung perekonomian masyarakat pedesaan maupun perekonomian nasional melalui pasar ekspor.

Mentan melakukan kunjungan kerja ke Desa Bendungan, Kecamatan Kedawung, Sragen, Jawa Tengah, untuk mendorong hilirisasi kacang tanah.

"Saya hadir di sini agar Sragen menjadi lebih maju. Bayangkan dua tahun kita dihajar COVID-19 namun hanya sektor pertanian yang mampu bertahan. Pada triwulan II 2020 PDB sektor pertanian tumbuh 16,24 persen di tengah sektor lain turun. Hal yang sama terjadi pada ekspor pertanian mengalami peningkatan lebih dari 47 persen tahun 2021," kata Mentan.

Mentan Syahrul mendorong Sragen menjadi kawasan percontohan budi daya kacang tanah hingga hilirisasinya.

Baca juga: Balitbangtan temukan khasiat kulit ari kacang tanah untuk kesehatan

Hal ini, kata dia, sesuai arahan Presiden Jokowi bahwa komoditi pangan lokal Indonesia harus didorong memasuki pasar-pasar konsumsi Internasional. Oleh karenanya, pangan lokal harus dipersiapkan dan diperkenalkan dengan baik sehingga mampu menggaet perhatian pasar ekspor.

"Ini adalah yang diharapkan Bapak Presiden, yakni melalukan reguler maksimum. Jadi kegiatan regulernya bupati kita booster dan mengkorporasikan petani, di mana dari hulu ke hilirnya kita asistensi sampai dengan tingkat off taker atau marketnya disiapkan dengan baik," kata Mentan.

Ia menegaskan Kementan bersama Komisi IV DPR RI dan Pemerintah Daerah (Pemda) Sragen tak hanya berupaya meningkatkan produksi kacang tanah, namun juga berupaya memastikan jaminan harganya. Salah satunya dengan menggandeng off takker untuk mempertemukan pasar dengan petani sehingga sama-sama mendapat keuntungan.

Mentan menambahkan pengembangan budi daya kacang tanah pun harus diwujudkan dengan konsep integrasi pertanian sehingga tidak hanya memproduksi kacang tanah namun juga mendorong peningkatan produksi komoditas lainnya. Hal ini, kata dia, merupakan upaya untuk meningkatkan pendapatan atau kesejahteraan petani melalui pemanfaatan potensi pertanian yang ada secara optimal.

"Kita akan terapkan teknologi, petani tidak hanya tanam kacang, tapi juga bisa disisipkan tanaman kedelai dan jagung serta lainnya, yang akan panen bergantian dalam satu hamparan sehingga stagnasi aktivitas perekonomian masyarakat bisa kita perkecil," kata Mentan Syahrul.

Baca juga: UGM kembangkan varietas kacang tanah baru

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel