Mentan Jamin Stok 11 Bahan Pokok Cukup hingga Akhir 2020

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menjamin 11 bahan pokok hingga akhir 2020 aman terkendali, bahkan untuk beras diperkirakan akan ada over stock antara 6-7 juta ton.

“Kita tahu makanan harus tersedia dan alhamdulillah 11 bahan pokok dasar yang ada termasuk beras, jagung, bawang merah, bawang putih, cabe besar, cabe rawit, daging sapi, daging kerbau, ayam, telur ayam, gula pasir dan minyak goreng dalam kendali penuh di 2020,” kata Syahrul dalam talkshow Update KPCPEN: Pemulihan Ekonomi Nasional, Senin (9/11/2020).

Hal itu merupakan hasil koordinasi dengan Menteri koordinator Bidang Perekonomian dengan Kementerian Pertanian (Kementan) yang mana Kementan telah mempersiapkan musim tanam beras hingga 2 musim.

Saat ini pihaknya telah menghasilkan 31 juta ton lebih beras dan ini mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga 2020, bahkan akan ada over stock di sekitar 6-7 juta ton.

“Artinya untuk kebutuhan makan Insya Allah seperti koordinasi yang ditangani oleh Bapak Menko Kami sudah mempersiapkan itu,” ujarnya.

Di sisi lain Kementan mulai Oktober 2020 sudah menyiapkan penanaman untuk bahan pokok untuk 2021. Dan diperkirakan sekitar 17 juta ton beras akan dipanen saat Maret 2021. Dirinya menilai masalah ketahanan pangan di Indonesia terkendali dengan baik.

Dirinya mengatakan ada kerjasama yang kuat di bawah pembinaan organisasi FAO untuk melihat semua negara mempersiapkan ketahanan pangan masing-masing secara kuat. Karena setelah covid-19 ini diprediksikan akan masuk musim kering dan ancaman-ancaman kekurangan pangan dunia.

Dari pendekatan itulah Pemerintah Indonesia melalui Kementan melakukan percepatan tanam bahan pokok, seperti beras, dan lainnya. Tujuannya agar semua ancaman bisa tertangani dengan cepat.

“Kami sudah prediksi dengan pendekatan ada agenda emergency, agenda temporer dan permanen agenda untuk menangani kalau ada hal-hal seperti itu. FAO mengapresiasi Indonesia pada track yang benar untuk memberikan ketahanan pangan,” pungkasnya.

Mentan Pastikan Stok Beras Melimpah hingga Akhir Tahun

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo meluncurkan Kartu Petani Berjaya (KPB) di Desa Tempuran, Kecamatan Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah, Selasa (6/10/2020).
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo meluncurkan Kartu Petani Berjaya (KPB) di Desa Tempuran, Kecamatan Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah, Selasa (6/10/2020).

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo memastikan cadangan pangan nasional selama musim tanam (MT) 2020 telah tercukupi. Bahkan Indonesia mengalami overstock beras hingga mencapai 7 juta ton.

Berdasarkan data KSA BPS, stok awal beras nasional hingga akhir Desember 2020 mencapai 5,9 juta ton. Apabila produksi beras sebesar 31,63 juta ton dan kebutuhan konsumsi mencapai 30 juta ton, maka hingga akhir tahun mendatang Indonesia memiliki stok akhir kurang lebih sebanyak 7 juta ton.

"Semua ini pastinya karena kerja keras kita semua, karena jerih payah petani yang selalu menanam serta para aparat yang selalu setia mengawal dan mendampingi. Saya ingin sinergi semacam ini terus berjalan," ujar Mentan Syahrul dalam siaran persnya, Kamis (29/10).

Menurutnya, produksi beras merupakan indikator kinerja Kementerian Pertanian (Kementan) yang menjadi tolok ukur atas keberhasilan berbagai program yang ada. Produksi beras juga sekaligus indikator utama dimana kesejahteraan petani perlahan tapi pasti terus mengalami peningkatan.

Seperti diketahui, Nilai Tukar Petani (NTP) pada periode September 2020 mencapai 101,66 atau meningkat 0,99 persen dibanding bulan Agustus 2020 yang hanya 100,65. Berdasarkan data BPS, peran sektor pertanian terhadap total PDB bahkan mencapai 14 persen yang berdampak pada penyediaan lapangan kerja bagi hampir separuh total penduduk Indonesia.

"Peningkatan pertumbuhan PDB sektor pertanian pada kuartal II 2020 ini mencapai 16,24 persen dibandingkan kuartal sebelumnya," katanya.

Untuk melanjutkan hasil positif ini, Kementan mengajak semua pihak untuk bahu membahu membangun pertanian Indonesia yang lebih baik. Peningkatan produksi harus terus lakukan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri serta mengurangi impor dan meningkatkan volume ekspor.

"Kami juga terus berupaya memberikan bantuan sarana produksi, alat pra panen dan pasca panen, serta mendorong para petani untuk menggunakan fasilitas kredit usaha rakyat (KUR) dan pengembangan pertanian berbasis korporasi dan klaster. Kami berharap, Provinsi dan Kabupaten menggerakkan Kostratani di Kecamatan sebagai ujung tombak kita dalam membangun pertanian Indonesia," tutupnya.

Dwi Aditya Putra

Merdeka.com

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: