Mentan Minta Petani Milenial di Bandung Kembangkan Produksi Hingga Pascapanen

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo pada akhir rangkaian kunjungan kerjanya di provinsi Jawa Barat hari ini berkempatan untuk meninjau secara langsung lahan petani milleneal ke Cikalong Wetan, Bandung Barat.

Dilokasi tersebut, Mentan Syahrul meminta petani milenial Viola Az-Zahra yang mengelola sayuran di 9 hektar lahan pertanian miliknya untuk mengembangkan lebih banyak komoditas lagi, terkait dengan keuntungan produksi pertanian yang menguntungkan.

"Menjadi petani milenial itu keren. Saya mau hitung hitungan. Kalau 1 ha menghasilkan seledri sebanyak 40 ton dengan harga tertinggi Rp. 30.000, berarti bisa menghasilkan Rp.120 juta. Jadi jangan satu atau tiga komoditas saja untuk dikelola, minimal harus bisa tujuh komoditas biar menghasilkan" ungkap Mentan Syahrul, Rabu 03 November 2021.

Mentan menegaskan banyak komoditas hortikultura yang dapat diusahakan dan menjanjikan dilahan tersebut, pengelolaan mulai dari pra produksi, produksi hingga pengelolaan pasca panen nya.

"Di sini komoditas yang diusahakan harus digabung, harus ada minimal tujuh komoditi. Kan ada yang sayuran yang dapat menghasilkan per dua bulan, yang per tiga bulan. Lalu ada hasilnya diolah menggunakan mesin packaging" paparnya.

Mentan meminta agar para petani milenial untuk berinovasi dan berkreasi membangun bangsa melalui sektor pertanian dengan kelembagaan yang baik, dikarenakan pertanian menjadi tumpuan perekonomian bangsa saat ini

"Kalau di luar negeri satu hektar yang dikelola dapat menghasilkan 40 milyar. Oleh sebab itu, pertanian di sini harus digarap dan pengelolaannya harus benar, karena nanti kita akan kuat. Coba jangan hanya satu petani milenial, saya minta bangun sepuluh petani milenial di sini" tambahnya.

Lebih lanjut Mentan menginstruksikan kepada para jajarannya agar membantu pengelolaan secara kelembagaan dan teknologi pertaniannya.

"Petani milenial ngga perlu bantuan, tapi perlu didampingi, dan perlu hitung hitungan. Harus ada teknologi setelah produksi. Prof Dedi (Kepala BBSDMP) bantu ini, Litbang tolong turun urus ini" pintanya.

Sementara itu CEO Minaqu, Ade Wardhana Adinata menjelaskan potensi dan bisnis tanaman sayur seperti yang dikelola Viola dapat memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor.

"Ini potensi yang dapat dipegang oleh kaum muda, dari sini kita bisa memenuhi pasar," katanya.

Berkaitan dengan hal ini, Ade dan Viola menyampaikan terimakasih atas perhatian dan dukungan besar Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam mendorong pengembangan dan pendampingan petani milenial.

(*)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel