Mentan paparkan strategi ketersediaan pangan saat normal baru

Kelik Dewanto

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memaparkan sejumlah strategi dalam meningkatkan ketersediaan pangan pada masa normal baru, salah satunya dengan percepatan musim tanam kedua.

Mentan Syahrul menyebutkan bahwa pada musim tanam kedua yang dimulai Juni ini, Kementan melakukan percepatan tanam padi seluas 5,6 juta hektare dengan estimasi produksi mencapai 12,5 juta ton beras.

"Musim tanam satu kita berhasil dengan baik. Sekarang ini, kita mengejar hujan yang tersisa di bulan Juni. Oleh karena itu, percepatan tanam menjadi penting," kata Mentan dalam webinar bertajuk "Strategi Ketahanan Pangan di Era New Normal Pandemi COVID-19" di Jakarta, Selasa.

Baca juga: Kementan sebut pemanfaatan lahan rawa di Kalteng butuh Rp2,55 triliun

Syahrul menjelaskan bahwa selain percepatan tanam, Kementan juga melakukan pengembangan lahan rawa di Kalimantan Tengah seluas 164.598 ha untuk menjadi lahan pertanian produktif demi menambah produktivitas dan menjaga ketahanan pangan.

Dari total luas lahan tersebut, terdapat lahan intensifikasi seluas 85.456 hektare. Lahan intensifikasi merupakan lahan yang sudah ada (eksisting), namun masih membutuhkan bantuan sarana produksi (saprodi).

Sementara itu, lahan ekstensifikasi atau lahan perluasan baru yang masih membutuhkan penggarapan luasnya mencapai 79.142 hektare.

Selain meningkatkan kapasitas produksi, Kementan juga mendorong diversifikasi pangan lokal. Program ini dilakukan dengan mengembangkan pangan lokal setiap satu provinsi.

"Kita mendorong satu provinsi dengan satu jenis pangan lokal yang kita kembangkan. Presiden juga mendorong konsumsi pangan lokal. Intinya ada umbi-umbian, jagung, sagu, sorgun dan pisang," kata Mentan.

Strategi selanjutnya dalam meningkatkan ketersediaan pangan, yakni melakukan penguatan cadangan dan sistem logistik pangan dengan mewujudkan lumbung pangan di setiap kabupaten/kota hingga tingkat kecamatan/desa.

Terakhir, Kementan juga melakukan pengembangan pertanian modern atau smart farming. Pertanian modern juga diterapkan dengan pemanfaatan screen house untuk meningkatkan produksi komoditas hortikultura di luar musim tanam, seperti cabai, bawang, dan komoditas bernilai tinggi lainnya.

"Pengembangan food estate juga dilakukan untuk peningkatan produksi pangan utama, seperti beras dan jagung di Kalimantan Tengah," kata Syahrul.

Baca juga: Pengamat sebut kinerja Kementan telah fokus bantu petani
Baca juga: Kementan bantah stok beras menipis