Mentan Pastikan Kebutuhan Beras Aman Meski Tengah Wabah Corona

Ezra Sihite, Wahyu Firmansyah

VIVA – Kementerian Pertanian menyebutkan bahwa stok beras akan aman sepanjang bulan puasa hingga akhir Mei 2020. Hal itu disampaikan langsung oleh Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) dalam video live streaming di YouTube BNPB, Minggu, 26 April 2020. 

Syahrul menyampaikan jika penanganan virus Corona COVID-19 harus bersamaan dengan persiapan ketahanan pangan sehingga 267 juta orang Indonesia bisa memiliki jaminan ketersediaan pangan.

Mentan melanjutkan, kini dari neraca pangan nasional pemerintah telah mempersiapkan tiga skenario untuk mengetahui stok beras hingga akhir mei 2020. Pertama secara optimistis dengan 3,5 juta ton stok pangan saat ini ditambah dengan 12,4 juta ton produksi panen.

"Kebutuhan kita dari Februari ke Mei untuk kita makan 7,6 juta ton lebih kalau begitu dari stok yang ada ditambah dengan produksi yang ada maka masih tersedia 8 juta," ujar SYL.

Sementara jika menggunakan skenario moderat dengan jumlah stok beras 3,5 juta ton dan produksi mencapai 11 juta ton dan konsumsi pangan pada bulan Februari-Mei 7,9 juta ton maka masih tersisa 7 juta ton stok pangan hingga akhir Mei.

Terakhir dengan skenario pesimis stok yang dimiliki 3,5 juta ton beras dan produksi mencapai 11,2 juta serta kebutuhan pangan pada bulan Februari-Mei mencapai 8,3 juta maka masih tersisa 6 juta ton beras tersisa pada akhir Mei 2020.

"Kalau begitu bulan puasa dan Idul Fitri semua dalam kendali yang cukup aman. Data ini kami sudah validasi sampai ke daerah-daerah," katanya.

Kementerian Pertanian juga telah melakukan pemantauan dengan melakukan video conference dengan lebih dari 400 kepala daerah di Kabupaten Kota untuk memastikan ketersediaan beras hingga akhir Mei 2020.

Baca juga: Ditangkap Rabu, Pegiat Demokrasi Ravio Putra Dilepaskan Polisi