Mentan: Penggunaan Teknologi Bikin Bertani Menjadi Lebih Mudah

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Bogor - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan Indonesia memiliki potensi sumber daya alam yang berlimpah. Karena itu, pertanian bisa menjadi kekuatan utama pembangunan Indonesia pada masa depan.

"Kalau kita mau membangun bangsa ini, (sektor) yang paling siap adalah pertanian. Sumber dayanya sudah ada. Tapi semuanya harus dikejar lebih cepat," ujar Syahrul saat menyampaikan kuliah umum di Kampus Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor, Selasa (24/8/2021).

Di hadapan mahasiswa Polbangtan seluruh Indonesia dan Duta Petani Milenial yang hadir secara daring, Syahrul Yasin Limpo mengatakan era digital saat ini semakin mendorong percepatan pembangunan pertanian Indonesia.

"Kita bisa lihat bahwa hari ini kita semua bisa bertemu di sini dari berbagai tempat secara virtual. Ini menunjukkan bahwa ada perubahan era. Di era ini, pertanian kita bisa lebih baik dibandingkan era-era sebelumnya karena semua sudah terfasilitasi secara digital," jelasnya.

Karena itu, Syahrul meminta generasi milenial untuk meninggalkan pola pikir lama dalam bertani.

"Paradigma yang lalu sudah selesai. Kalau kita tidak mengubah cara yang lama, kita akan tertinggal dan mati," ujar Syahrul.

Apabila ingin sukses di pertanian dalam era sekarang ini, Syahrul menyebutkan setidaknya ada sejumlah kriteria yang harus dimiliki oleh petani milenial. Kriteria pertama, petani milenial harus terkoneksi, baik dengan alam, manusia, dan juga ilmu pengetahuan.

"Seperti saat kita menggiatkan ekspor, maka kita harus terkoneksi dengan pasar internasional dan berani berinteraksi dengan negara lain," ujar Syahrul Yasin Limpo.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Semangat Jadi Modal Utama

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) saat menyampaikan kuliah umum di Kampus Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor, Selasa (24/8/2021).
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) saat menyampaikan kuliah umum di Kampus Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor, Selasa (24/8/2021).

Kriteria berikutnya, petani milenial harus mampu berkompetisi sehat. Dalam menciptakan persaingan yang baik, sesama petani tidak boleh saling sikut dan menjatuhkan.

Selain itu, petani milenial juga harus kritis dan memiliki komitmen tinggi. Dengan tersedianya fasilitas teknologi dan inovasi terbaru, modal terbesar yang harus dimiliki adalah semangat.

“Dengan teknologi digital, kita bisa mendapatkan banyak informasi. Kita cukup memiliki kemauan dan semangat,” ujar Syahrul.

Untuk itu, ia meminta generasi milenial untuk tidak ragu terjun ke sektor pertanian. Dengan pemanfaatan teknologi digital, bertani menjadi lebih mudah dan efisien.

"Bertani sekarang bisa dengan gadget, robot construction, dan artificial intelligence. Dengan peralatan modern, bertani bisa dilakukan secara otomatis,” terangnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi berharap para mahasiswa Polbangtan bisa menyerap ilmu yang disampaikan oleh Menteri Pertanian.

"Kita harapkan para mahasiswa Polbangtan bisa menjadi job creator, yaitu pengusaha petani milenial. Teman-teman harus bisa merekrut orang-orang sekitar untuk bersama-sama berkiprah di sektor pertanian," ungkap Dedi.

Dedi menyebutkan kuliah umum dihadiri oleh sekitar 6.000 mahasiswa Polbangtan di seluruh Indonesia, melalui zoom meeting dan livestreaming.

Simak video pilihan berikut ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel