Mentan Syahrul dorong widyaiswara cetak SDM unggul pertanian

·Bacaan 2 menit

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mendorong widyaiswara, dosen, dan penyuluh untuk mampu mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul, profesional, dan adaptif pada sektor pertanian.

Syahrul, di Kota Batu, Jawa Timur, Selasa mengatakan bahwa keberadaan SDM merupakan kunci penting dalam pembangunan sektor pertanian, termasuk juga untuk menghadapi berbagai tantangan yang ada.

"Kita harus ubah persepsi anak muda tentang pertanian. Ubah pola pikir bahwa pertanian itu kotor. Bangsa kita akan kuat jika pertanian maju," kaya Syahrul.

Widyaiswara merupakan pegawai negeri sipil (PNS) yang diangkat sebagai pejabat fungsional, dengan tugas, tanggung jawab, dan wewenang untuk mendidik, mengajar, melatih PNS pada lembaga pendidikan, dan pelatihan pemerintah.

Syahrul menjelaskan widyaiswara, dosen, guru dan penyuluh pertanian merupakan agen utama dalam transfer of knowledge bagi para petani. Selain itu, juga harus mampu memberikan motivasi kepada para petani.

Ia menambahkan dengan adanya peranan yang sangat penting itu, widyaiswara harus mampu meningkatkan wawasan, kapasitas, dan kemampuan melalui berbagai pelatihan, seminar, magang, dan program lain agar mampu menjawab tantangan perkembangan sektor pertanian.

"Karena kita di dunia praktisi langsung. Tidak hanya memotivasi, tapi kita mampu berbicara hingga pacsapanennya, bagaimana mengelola turunannya. Kita berbicara bagaimana marketnya hingga mencapai pasar luar negeri," tambahnya.

Ia menambahkan, hasil dari berbagai kegiatan peningkatan kapasitas yang sudah diterima para widyaiswara, harus diteruskan kepada para petani termasuk pengusaha agribisnis supaya mampu memberikan nilai tambah dalam peningkatan produksi dan pendapatan petani.

"SDM sangat menentukan. Pelatihan juga sebaiknya harus diikuti dengan kemitraan, jadi kita perkuat pengembangan potensi dalam negeri kita," kata Syahrul.

Kegiatan training of trainer (TOT) bagi widyaiswara, dosen, dan penyuluh pertanian dilaksanakan dengan target lebih dari 1.000 orang menggunakan skema hybrid. TOT merupakan upaya untuk mendukung prioritas kementerian dan lembaga dalam peningkatan kompetensi SDM.

Baca juga: Mentan siapkan satu juta bibit unggul jeruk untuk tingkatkan produksi
Baca juga: Mentan lepas ekspor jeruk purut asal Kota Batu ke Belanda dan Prancis
Baca juga: Mentan sebut karantina pertanian jadi pertahanan kedaulatan pangan

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel