Mentan Syahrul ke Pengusaha: Saya Tidak Suka Impor

Fikri Halim, Arrijal Rachman
·Bacaan 1 menit

VIVA – Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, mengaku tidak menyukai kebijakan impor pangan. Terlebih untuk komoditas pangan yang mampu diproduksi oleh rakyat Indonesia sendiri.

Hal itu disampaikannya kepada para pengusaha nasional saat menjadi pembicara kunci di acara Jakarta Food Security Summit yang digelar Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rabu, 18 November 2020.

"Terus terang saya tidak suka dengan impor, selama menjadi kepala daerah saya tegas menolak itu," kata Mentan Syahrul.

Baca juga: Sri Mulyani Tegaskan Kondisi Ekonomi RI: The Worst is Over

Tapi, dia mengakui, negara tidak bisa menutup dari produk-produk negara lain, termasuk komoditas pangan. Sebab, untuk melakukan ekspor saja, dikatakannya, kadang juga harus diiringi kebijakan impor.

Oleh sebab itu, Syahrul menekankan, demi mengurangi komoditas yang diimpor, produk-produk yang dihasilkan Indonesia termasuk produk pangan harus memiliki daya saing yang tinggi.

"Jadi ini hal-hal, kondisi yang penting. Tentu dalam pendekatan kenegaraan ekspor kita lebih banyak dari importasi yang kita miliki," ujarnya.

Atas dasar itu, Syahrul meminta kepada para pengusaha agar bisa berkomitmen membantu pemerintah dan sektor pertanian Indonesia secara umum untuk membenahi kualitas dan produktivitas.

"Kalau begitu pendekatan pertanian harus ditopang oleh riset dan teknologi. Saya sekarang lagi mikirin riset itu per provinsi," tegasnya. (ase)