Mentan Tantang Petani Tanam Kedelai, Panen Langsung Dibeli dengan Harga Khusus

Merdeka.com - Merdeka.com - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menantang para petani untuk menanam kedelai. Menteri asal Partai Nasdem itu bahkan menyiapkan harga khusus atau lebih tinggi untuk kedelai hasil produksi dalam negeri.

"Kita mendorong kedelai lokal, siapa pun yang mau tanam, ayo! Presiden juga memerintahkan untuk semaksimal mungkin, kita tanam kedelai lokal. Jangan cuma suruh tanam, tapi langsung dibeli dengan harga Rp10 ribu per kilogram," kata Syahrul Yasin Limpo seusai memberikan kuliah umum di Universitas Brawijaya (UB) Malang, Rabu (2/11).

Kebutuhan kedelai di masyarakat selama ini cukup tinggi dan dipenuhi dari impor. Harganya pun fluktuatif bergantung pada nilai tukar rupiah dan dipengaruhi geo politik internasional.

Kedelai lokal diharapkan dapat menjadi alternatif guna memenuhi kebutuhan para perajin tempe, tahu dan lain sebagainya. "Selama ini kedelai kita hanya Rp5.000-Rp6.000 per kilogram (di tingkat petani), jadi Rp10.000 itu sudah menjadi bonus untuk mereka tanam lebih banyak, sehingga mereka tidak tergantung penuh dengan impor lagi," ungkapnya.

Harga Naik di Negara Asal

Syahrul juga mengungkapkan bahwa perajin tempe akhirnya lebih memilih harga kedelai impor dengan pertimbangan awal lebih murah, sehingga kebutuhan konsumsi tempe dan kedelai lebih terjangkau di pasaran.

"Karena ya tentu saja selama ini pilihan kita mengimpor itu jauh lebih murah, agar harga tempe dan tahu lebih murah. Tapi karena climate change, di negara asal juga terkontraksi naik," urainya.

Kepada mahasiswa, Yasin juga mengungkapkan bahwa dunia sedang tidak baik-baik saja. Urusan kebutuhan pangan tentu harus dipersiapkan, kendati kondisi masih aman.
"Masalah pertanian harus bisa disiapkan, antara lain beras, jagung, kedelai dan sebagainya," tegasnya. [yan]