Menteri Agama Bentuk Tim Manajemen Krisis Haji, Ini Tugasnya

Aries Setiawan, Eka Permadi
·Bacaan 1 menit

VIVAMenteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menghadiri rapat dengan Komisi VIII DPR RI, Selasa, 19 Januari 2021. Dalam rapat yang digelar di gedung DPR RI, Yaqut mengungkapakan telah membentuk tim manajemen krisis haji. Tim ini bertugas melakukan analisis, mitigasi hingga merumuskan skema haji di masa pandemi COVID-19.

"Tadi pagi saya resmikan dalam rangka mempersiapkan rencana mitigasi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2021," kata Yaqut.

Baca juga: Jika Ibadah Haji Dibuka, Kloter Pertama Bisa Berangkat 15 Juni

Selain itu, menurutnya, Kemenag juga terus berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan, guna menyiapkan vaksin COVID-19 yang akan disuntikkan kepada jemaah haji yang akan berangkat.

"Jumlah vaksinasi kami sangat berharap Kemenkes bisa memberikan alokasi dua kali pemberian vaksin," ucapnya.

Meski belum ada kepastian dari pemerintah Arab Saudi, Kemenag tetap menyiagakan opsi penyelenggaraan haji tahun 2021. Opsi tahun ini sama dengan opsi tahun 2020.

"Kami menyiapkan tiga opsi. Pertama, kuota penuh. Kedua, kuota terbatas. Ketiga, tidak memberangkatkan jemaah haji," ujarnya.

Jika sesuai rencana, saat pemerintah Arab Saudi membuka penyelenggaraan ibadah haji, maka Indonesia akan memberangkatkan jemaah haji kloter pertama pada 15 Juni 2021.

"Sesuai dengan kalender Hijriah dan berdasarkan asumsi normal, perkiraan jadwal pemberangkatan jemaah haji tahun 1442 Hijriah, 2021 Masehi, kloter pertama akan diberangkatkan pada tanggal 4 Zulkaidah atau tanggal 15 Juni 2021," jelasnya.