Menteri Agus Khawatir Konsumsi BBM Tak Terkendali  

  • Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    Tempo
    Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    TEMPO.CO, Surakarta - Pembangunan jalan tol yang menghubungkan dua kota terbesar di Indonesia, Jakarta dan Surabaya, berdampak menyusutnya lahan pertanian. …

  • Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    TRIBUNnews.com
    Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    TRIBUNNEWS.COM - Sekitar 75 persen dari penduduk Indonesia memenuhi kehidupannya dengan uang kurang dari 4 dollar AS per hari. …

  • Potensi hasil laut senilai Rp 360 triliun raib

    Potensi hasil laut senilai Rp 360 triliun raib

    Merdeka.com
    Potensi hasil laut senilai Rp 360 triliun raib

    MERDEKA.COM. Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) menilai, sejak Presiden SBY mengeluarkan Instruksi Presiden No.15 Tahun 2011 tentang Perlindungan Nelayan, armada perikanan nasional justru bertumpuk di perairan kepulauan. …

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Agus Martowardojo berjanji akan segera berkoordinasi dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral serta pihak yang terkait lainnya untuk membahas upaya penghematan subsidi bahan bakar minyak (BBM). Konsumsi BBM selalu melebihi kuota. "Kalau seandainya porsi BBM bersubsidi, plafon tidak bisa dikendalikan, ini sangat tidak sehat," kata Agus dalam Rapat Dengar Pendapat di Komisi Keuangan DPR, Senin, 14 Januari 2013.

Agus mengungkapkan, kuota BBM bersubsidi terus meningkat. Pada 2012, alokasi konsumsi BBM bersubsidi 40 juta kiloliter membengkak menjadi 45,2 juta kiloliter. "Ini mengambil porsi cukup besar dari anggaran. Pada 2012 saja mencapai Rp 211 triliun," katanya. Belum lagi porsi yang diaudit Badan Pemeriksa Keuangan. "Ini juga dibayarkan di anggaran perubahan."

Tahun ini kuota BBM dianggarkan 46 juta kiloliter. "Kalau lebih dari itu akan ada tekanan pada fiskal yang tidak baik," ujarnya. Tingginya anggaran untuk subsidi BBM membuat ruang fiskal menjadi terbatas. "Kami mengharapkan ada solusi," ujarnya.

Tingginya kebutuhan minyak di dalam negeri ini juga tercatat menjadi sumber defisit pada neraca perdagangan 2012. Defisit tercatat mencapai US$ 1,3 miliar pada Oktober 2012 dan diprediksi mencapai US$ 1,5-2 miliar hingga akhir 2012. "Ini kelihatannya perlu diwaspadai," kata Agus.

Ia menjelaskan, defisit migas terakhir kali terjadi di 2008, tapi setelah itu positif. "Tahun lalu kami perkirakan akan defisit," ujarnya. Adapun defisit perdagangan terakhir kali terjadi pada 1961. "Ini area yang mesti disimak hati-hati oleh pemerintah dan stakeholder, karena ini diperkirakan berlangsung kembali."

MARTHA THERTINA

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...