Menteri Bahlil Bongkar Penyebab Investasi Luar Pulau Jawa Tak Menarik Bagi Investor

Merdeka.com - Merdeka.com - Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia menyebut bahwa realisasi investasi di luar pulau Jawa tidak akan bisa mengimbangi pulau Jawa jika tidak diterapkan langkah khusus melalui pemberian insentif dan pembangunan infrastruktur.

Hal itu disampaikan Bahlil dalam webinar Bisnis Indonesia Mid Year Economic Outlook 2022: Prospek Pemulihan Ekonomi Indonesia di Tengah Perubahanan Geopolitik Pascapandemi, Rabu (3/8).

"Pada 2019, penanaman investasi di Pulau Jawa masih mencapai 53,7 persen dari total Rp809,6 triliun investasi. Kala itu investor memang lebih tertarik untuk berinvestasi di Jawa karena infrastruktur yang sudah lebih matang dari pada wilayah-wilayah lainnya di Indonesia," kata Bahlil.

Bahlil tidak heran, ketika saat itu banyak investor yang memilih menanamkan investasinya di wilayah pulau Jawa, dibanding luar Jawa. "Makanya ini, luar Jawa sampai ayam tumbuh gigi pun enggak bisa menyamakan (porsi investasinya dengan Jawa)," ujarnya.

Bahlil menegaskan, sesuai arahan presiden Joko Widodo (Jokowi), investasi tidak bisa terus menerus berfokus di Jawa. Oleh karena itu, presiden menugaskan Bahlil untuk melakukan pemerataan investasi sekaligus meningkatkan porsi investasi di luar Jawa.

Setelah pemerintah mengubah ketentuan insentif, terbukti hasilnya pada 2020 dimana porsi investasi di luar pulau Jawa kini mencapai 50,5 persen.

"Karena di Jawa ini infrastrukturnya sudah ada, energinya sudah ada, tenaga kerjanya etosnya baik. Jadi kalau kita kasih (insentif) yang sama tidak akan tercipta pemerataan," katanya.

Data Realisasi Investasi

Tercatat, secara kumulatif data realisasi investasi sepanjang periode semester I-2022 mencapai Rp584,6 triliun, atau meningkat sebesar 32 persen dibanding dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Sementara data realisasi investasi sepanjang periode kuartal II-2022 yang mencapai Rp302,2 triliun. Capaian ini meningkat sebesar 7 persen dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Persebaran realisasi investasi di luar Pulau Jawa pada triwulan ini kembali lebih unggul dari Pulau Jawa dengan kontribusi sebesar Rp157,1 triliun, atau 52 persen dari total investasi. Meningkat 38 persen dari periode yang sama di 2021.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com [idr]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel