Menteri Bahlil: Indonesia Tidak Krisis Ekonomi, tapi Tetap Harus Hati-Hati

Merdeka.com - Merdeka.com - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia mengklaim Indonesia saat ini masih aman dari ancaman krisis ekonomi yang telah menimpa sejumlah negara di dunia.

Namun, dia tak ingin negara lepas kendali terhadap situasi global yang tengah diancam oleh konflik geopolitik antara Rusia dan Ukraina.

"Apakah Indonesia keluar dari krisis? Menurut saya Indonesia tidak krisis. Bahwa kita harus berhati-hati iya, karena itu respons kita terhadap ekonomi global akibat perang Ukraina dan Rusia," ujarnya di Jakarta, Rabu (20/7).

"Saya agak sedikit kurang pas dalam suasana kebatinan, bahwa Indonesia krisis. Apanya yang krisis? Bahwa kondisi kita harus hati-hati iya," tegas Bahlil.

Menurut dia, pemerintah kini tengah gencar mendongkrak pasar dalam negeri agar tidak bergantung terhadap barang dari luar atau impor. Utamanya dalam memanfaatkan sumber daya alam (SDA) lokal yang ada.

"Apa yang harus dilakukan Indonesia? Kita untuk pangan bersyukurlah, bahwa Allah sangat memberikan kita rahmat yang sangat luar biasa dengan makanan lokal yang melimpah," ungkapnya.

Minat Investasi Asing

Dengan begitu, dia pun percaya minat asing untuk menanamkan investasi di Indonesia masih bakal terus bergulir. Ditambah pemerintah pun gencar menjaga ekonomi nasional agar tidak tergerus laju inflasi, agar Indonesia tidak terjebak dalam situasi krisis.

"Kenapa investasi asing masih percaya kepada Indonesia, fundamental kita dianggap cukup bagus. Kenapa? Karena pertumbuhan kita sangat bagus. Inflasi sekalipun ada kenaikan tapi kita jaga," terangnya.

"Rasio utang kita masih tetap dalam kondisi InsyaAllah baik, sekalipun tambah terus. Tetapi kan aset kita di satu sisi nambah terus, sehingga menjaga pertumbuhan konsumsi dan daya beli kita," kata Bahlil.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com [idr]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel