Menteri Bahlil Lahadalia Yakin Indonesia Jadi Incaran Investasi, Ini 3 Alasannya

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Menteri Investasi Bahlil Lahadalia yakin Indonesia akan menjadi salah satu negara tujuan investasi dunia. Negara ini disebut memiliki 3 daya tarik yang tidak dimiliki negara lain untuk urusan menggaet investor.

"Kita punya harapan besar, punya optimisme besar Indonesia akan menjadi salah satu negara tujuan investasi, kenapa?. Karena kita luar biasa sekali. Tidak perlu diragukan," ujar Bahlil yang juga Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), kerasnya dalam acara Indonesia Investment Forum 2021, Kamis (27/5/2021).

Daya tarik pertama ialah kekayaan potensi sumber daya alam (SDA) yang dimiliki oleh Indonesia. Bahkan, tersebar merata di segala sektor penting.

"Kita mempunyai sumber daya alam baik dari perikanan, pertambangan, kehutanan," terangnya.

Selanjutnya, Indonesia juga mulai aktif melakukan transformasi pemanfaatan energi baru dan terbarukan. Seperti pembangunan green energy melalui pembangkit listrik. "Nah, ini juga menjadi daya tarik tersendiri," ucapnya.

Daya Tarik Lain

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
Kepala BKPM Bahlil Lahadalia (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Daya tarik terakhir ialah reformasi regulasi. Hal ini tercermin melalui kehadiran Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (UU Cipta Kerja).

Bahlil menjelaskan, melalui regulasi anyar tersebut nantinya proses perizinan kegiatan berusaha akan menjadi jauh lebih mudah. Selain itu, proses pengurusan juga bisa dilakukan secara digital melalui Online Single Submission (OSS)

"Undang-Undang (Cipta Kerja) ini memberikan tiga hal penting kepada pengusaha, pengusaha itu membutuhkan kepastian, kemudahan dan efisiensi, dan transparansi," jelas Bahlil.

Reporter: Sulaeman

Sumber: Merdeka.com

Saksikan Video Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel