Menteri Bambang Luncurkan Hasil Riset dan Inovasi Buat Lawan Corona

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Riset dan Teknologi atau Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN) telah meluncurkan hasil konsorsium riset dan inovasi Covid-19. Konsorsium ini sebelumnya dibentuk pada Maret atas inisiatif Kemenristek untuk mendukung percepatan penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia.

Adapun anggota dari konsorsium ini melibatkan lembaga penelitian, perguruan tinggi, penelitian dan pengembangan Kementerian Kesehatan, BUMN, sektor swasta, serta berbagai badan start-up di bidang kesehatan lainnya.

"Kita semua bahu-membahu mendorong percepatan penanganan pandemi lewat inovasi. Saya berharap produk-produk inovasi yang hari ini diluncurkan dapat menandai kebangkitan inovasi Indonesia," kata Menteri Ristek/BRIN, Bambang Brodjonegoro, dalam acara peluncuran produk inovasi Covid-19, secara virtual di Jakarta, Rabu (20/5/2020).

Bambang mengatakan, inovasi dilakukan dalam konsorsium riset dibagi ke dalam dua hal. Pertama ada keperluan sesuatu yang akan ditempatkan. Kemudian kedua harus memiliki nilai tambah, memberikan manfaat ekonomi atau sosial di tengah pandemi Covid-19.

"Sebagai koordinator riset dan inovasi nasional yang selalu mendorong lahirnya berbagai inovasi bangsa Indonesia yang memberi dampak terhadap masyarakat. Kami ingin menjadi bagian dari solusi penanganan ini kami menyadari bahwa riset dan inovasi berperan penting dalam menanggulangi pandemi," jelas dia.

 

Fokus Konsorsium

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang PS Brodjonegoro menyampaikan ventilator portabel untuk pasien COVID-19 di Graha BNPB, Jakarta, Senin (7/4/2020). (Dok Badan Nasional Penanggulangan Bencana/BNPB)

Dia menjelaskan, prioritas dalam jangka pendek berfokus pada penelitian dan kajian sistematik terhadap berbagai aspek dari Covid-19. Termasuk di dalamnya adalah pengembangan Alat Pelindung Diri (APD) dan penelitian tanaman herbal peningkat imun.

Sementara itu, prioritas jangka menengah berfokus pada pengembangan dan pengkajian Rapid Test Kit Covid-19, baik untuk deteksi awal (early detection) maupun deteksi akhir (late detection), pengembangan suplemen, multivitamin, dan immune modulator dari berbagai tanaman Indonesia, pengembangan robot layanan, Smart Infusion Pump, dan pengembangan alat bantu pernafasan. Dalam jangka Panjang, konsorsium ini pengkajian dan pengembangan obat dan vaksin Covid-19.

"Konsorsium inovasi dan riset ini terutama dalam pencarian upaya pencegahan pengobatan dan terapi yang efektif untuk mengembangkan rapid test kita buatan dalam negeri yang terus dikembangkan dari segi akurasi metode uji yang lebih mudah serta komponen reagen yang lebih sesuai dan mudah didapat," jelas dia.

Berkaitan dengan itu, pada hari ini pemerintah resmi melakukan peluncuran hasil riset dan inovasi konsorsium covid-19 yang bertepatan pada hari kebangkitan nasional dapat dimaknai sebagai kebangkitan inovasi Indonesia. Peluncuran hasil riset ini dibuka langsung oleh Presiden Joko Widodo.

"Ke depan saya berharap hasil riset produk dalam negeri dapat menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia tidak hanya dalam masa pandemi tapi dalam jangka panjang," katanya.

 

Kerja Sama Kementerian

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang PS Brodjonegoro menyampaikan ventilator portabel untuk pasien COVID-19 di Graha BNPB, Jakarta, Senin (7/4/2020). (Dok Badan Nasional Penanggulangan Bencana/BNPB)

Dia menambahkan berbagai riset dan hasil inovasi ini dapat tercipta karena kerja sama tim berbagai kementerian. Dirinya pun menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang telah mendorong perguruan tinggi untuk berinovasi dalam penanggulangan Covid-19.

Kemudian Kementerian Kesehatan yang juga telah melakukan relaksasi regulasi dan mempercepat pemanfaatan terhadap kesehatan hasil riset dan inovasi. Apresiasi itu diberikan lantaran sudah membantu tim peneliti dalam proses produk inovasi Covid-19.

"Secara khusus saya ingin meminta agar sertifikasi produk inovasi konsorsium tidak hanya digunakan selama pandemi tetapi juga dalam jangka panjang sehingga dapat mendorong kemandirian produksi alat-alat kesehatan dalam negeri," katanya.

Pihaknya juga berterima kasih kepada Kementerian Perindustrian yang telah mencari mitra industri untuk bekerja sama dalam memproduksi hasil inovasi. slserta Kementerian BUMN yang telah memberikan izin atau penugasan khusus kepada beberapa BUMN untuk melakukan produksi beberapa alat kesehatan hasil inovasi. "Tidak lupa saya berterima kasih kepada LPDP yang mendanai riset dan inovasi konsorsium," imbuh dia.

"Hasil riset dan inovasi ini merupakan produk lokal bangsa Indonesia, inovasi Indonesia, dari Indonesia untuk Indonesia," sambung dia.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com