Menteri Basuki Akui Ada Pemasangan Keramik Masjid Sheikh Zayed Solo Kurang Rapi

Merdeka.com - Merdeka.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimulyono meninjau Masjid Sheikh Zayed Solo, Jumat (4/11). Ditemani Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka, Basuki dan rombongan meninjau seluruh ruangan maupun taman masjid yang ada di Jalan Ahmad Yani Gilingan tersebut.

Usai berkeliling, dia memberikan sejumlah catatan untuk ditindaklanjuti sebelum peresmian 17 November mendatang. Ada empat titik yang harus segera diperbaiki atau dirapikan.

"Ini bangun gedung finalisasinya, finishing-nya mesti ada fine tuning. Ada yang perlu di-fine tuning beberapa. Pada tulisan tulisan Asmaul Husna font-nya kurang besar. Nanti kita ganti dengan font yang lebih besar," ujarnya.

Yang kedua, lanjut Basuki, pada area tempat wudu, ada beberapa pancuran yang belum masuk lubang, sehingga perlu diganti.

"Ini benar benar fine tuning ya, untuk kerapian. Kemudian untuk yang lain lain, yang cowal-cowel, ada juga keramik-keramik pemasangannya kurang rapi, harus dirapiin," katanya.

Catatan yang keempat, adalah taman yang ada sisi luar masjid. Ia minta semua taman agar diperbaiki dengan menambah tanaman.

"Kami baru saja selesai untuk merenovasi taman-taman di pulau Bali untuk KTT G-20. Nah ini Bu Diana juga yang ngerjain. Yang ngerjakan juga teman-teman dari Karya juga. Saya minta itu diimitasi di sini," tandasnya.

Dia minta agar taman di halaman masjid dibuat lebih besar. Tidak seperti yang terlihat saat ini. Menurutnya, masih ada waktu cukup untuk perapian sebelum peresmian.

"Lebih njembrung (tidak rapi) ya, jangan yang kayak gini. Tanaman, pohon pohon yang mati mati itu harus diganti," katanya.

Ia menambahkan, perapian atau finishing harus selesai maksimal tanggal 15 November atau dua hari sebelum peresmian.

Disinggung terkait lapangan parkir, Menteri PUPR mengaku sudah menghubungi Pangdam IV Diponegoro, selaku pemilik lahan yang akan digunakan. Lahan yang ada di seberang masjid tersebut rencananya juga akan digunakan untuk pembangunan Islamic Center bantuan Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Mohammed bin Zayed Al Nahyan.

"Lapangan parkir ini yang paling krusial. Masjid sebesar ini belum ada lapangan parkir. Saya sudah telepon Pak Pangdam hari ini, akan dirubuhkan, 2.000 meter persegi. Sesuai dengan masterplan Islamic Center Solo ya," terangnya.

Menurutnya, sesuai dengan masterplan pembangunan Islamic Center Solo, ada 2.000 meter persegi yang disediakan taman. Saat ini, lanjut dia, masih ada bangunan di atas lahan, namun sudah tidak digunakan lagi.

"Saya datang ke Pangdam Pak Widi, beliau sudah oke, sudah sepakat. Jadi hari ini atau paling tidak besok pagi sudah rubuh. Hanya 2.000 meter persegi, 2-3 hari pasti selesai untuk parkir," jelasnya.

Dikatakannya, lahan parkir tersebut bukan sementara, namun untuk masjid dan Islamic Center yang telah masuk dalam master plan.

"Total 2.000 meter persegi itu bisa untuk 200 mobil. Tapi kalau memang perlu kita bikinkan elevated parkir," pungkasnya. [cob]