Menteri Basuki Jelaskan 3 Tahap Perbaikan Tol Cipali

Fikri Halim, Eduward Ambarita
·Bacaan 2 menit

VIVA – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, meninjau langsung upaya penanganan longsor yang terjadi di Jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) Km 122 arah Jakarta. Menurut Basuki, kini kementeriannya bersama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) telah melakukan tiga tahap perbaikan.

Tahap yang telah dilakukan yaitu, pertama, pengaturan contraflow yang semula 9 kilometer (KM) menjadi 1 KM mulai dari KM 121+800 sampai dengan KM 122+800.

“Ini tentunya akan mengurangi antrean kendaraan," kata Basuki saat meninjau lokasi penanganan longsor di tol Cipali KM 122, Jumat 12 Februari 2021.

Baca juga: Jokowi Mau Dikritik, JK: Bagaimana Caranya Tanpa Dipanggil Polisi

Longsor tersebut disebabkan gerusan lereng badan jalan akibat tingginya intensitas hujan sehingga mengakibatkan jalan tersebut amblas sepanjang 40 meter.

Penanganan kedua, lanjut Menteri Basuki, pada saat yang bersamaan akan dibangun dua lajur (detour) sementara di median jalan sepanjang 200 meter dari kilometer 122+300 sampai kilometer 122+500 dengan waktu pengerjaan 10 hari.

“Akan dipasang guardrail di sisi median jalur A supaya aman, dan akan kita upayakan untuk dipercepat," kata mantan alumnus UGM itu.

Sedangkan yang ketiga, untuk penanganan permanen lebih lanjut lokasi amblesan akan ditutup selama 1,5 bulan. Menggunakan bore pile, untuk menahan longsor.

Menurut Basuki, kalau penanganan ini telah selesai, penanganan jangka panjangnya, Ditjen Bina Marga bersama BUJT akan melakukan upaya untuk mencari titik lokasi yang hampir sama dengan longsor di KM 122.

“Kalau terjadi longsor, pasti dikarenakan ada air yang rembes atau masuk dan tanahnya ekspansif. Untuk itu kita akan mengatasinya," kata dia.

Sebagai gambaran, tol Cipali merupakan bagian dari sistem jalan tol Trans Jawa yang menghubungkan mulai dari jalan tol Merak hingga ke Surabaya. Tol Cipali berada diantara Jakarta-Cikampek dan jalan tol Palimanan-Kanci.

Sejak diresmikan Juni 2015 lalu, jalan tol Cipali merupakan rute utama banyak kendaraan dan terbukti memangkas waktu tempuh perjalanan dari Cikampek-Palimanan hingga 40 km dibanding melewati jalur Pantura.