Menteri Bintang ajak bangun ketahanan digital anak-anak ASEAN

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bintang Puspayoga mengajak semua pihak untuk bersama-sama membangun ketahanan digital untuk anak-anak ASEAN agar mereka menjadi manusia yang lebih baik di masa depan.

"Teknologi telah memberi kita kemudahan dan keuntungan yang luar biasa, namun kita harus menyadari bahwa teknologi juga membawa bahaya," kata Bintang Puspayoga dalam acara Opening Ceremony The 7TH ASEAN Children Forum Indonesia 2022, Jakarta, Rabu.

Baca juga: UNSGSA: Jasa keuangan digital perkuat ketahanan hadapi krisis

Oleh karena itu, di masa digitalisasi yang serba cepat ini, pihaknya ingin memastikan anak-anak dapat memperoleh manfaat maksimal dari teknologi. "Tetapi tetap aman dari bahayanya di bawah tim pemandu yang membangun ketahanan digital untuk anak-anak ASEAN," kata Bintang Puspayoga.

Dia mengatakan masa pandemi telah mempercepat pertumbuhan dan penggunaan teknologi. Anak-anak juga menjadi sangat bergantung pada teknologi untuk belajar, bahkan berinteraksi satu sama lain.

Baca juga: BI: Transformasi digital dukung ketahanan dan efisiensi ekonomi RI

Forum Anak ASEAN (ACF) ke-7 ini bertujuan untuk menjadi wadah bagi anak-anak ASEAN untuk berdiskusi, bertukar ide, praktik terbaik, dan menghasilkan rekomendasi tentang literasi digital termasuk dunia maya yang aman bagi kesehatan mental.

Pelaksanaan ACF ke-7 ini, kata Menteri Bintang, juga mencerminkan kerja keras Forum Anak, mulai dari konsep, pemilihan tim, hingga desain merchandise yang patut diapresiasi.

Baca juga: KTT G20 bakal bahas ketahanan pangan, kesehatan, transformasi digital

ACF ke-7 telah mengumpulkan anak-anak dari seluruh ASEAN, sehingga ACF berfungsi sebagai platform strategi untuk mengomunikasikan suara anak-anak di kawasan ASEAN untuk masa depan.

"Besar harapan kami agar Forum Anak ASEAN ke-7 menjadi batu loncatan bagi anak-anak di kawasan untuk tetap terhubung dan bekerja sama dalam semangat komunitas ASEAN untuk memastikan pemenuhan hak khusus anak dalam perlindungan," demikian Bintang Puspayoga.

Baca juga: PANDI selenggarakan ID-RES dukung ketahanan digital
Baca juga: Pakar: Regulasi PSE diperlukan selain literasi digital