Menteri Bintang: Peran perempuan penting lestarikan kebudayaan

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bintang Puspayoga mengatakan, perempuan berperan penting untuk melestarikan produk-produk kebudayaan di masyarakat, salah satunya kebaya.

"Perempuan adalah agen kebudayaan, bukan obyek kebudayaan. Tradisi budaya kita bercerita bagaimana perempuan nusantara ini berperan dalam membangun budaya. Tidak hanya berkontribusi dalam pelestarian-nya, perempuan juga berperan besar dalam menciptakan kebudayaan di Indonesia," ujar Menteri Bintang Puspayoga dalam keterangan, Jakarta, Senin.

Baca juga: Disbud DKI berharap anak muda lestarikan permainan tradisional Betawi

Menurut Bintang, peran perempuan sebagai agen kebudayaan, tidak hanya melestarikan warisan kebudayaan yang telah ada, namun perempuan mampu menciptakan produk-produk sarat akan nilai kearifan lokal dan budaya.

Hal tersebut sejalan dengan komitmen pemerintah dalam mendorong kemajuan serta pelestarian budaya melalui penguatan SDM.

Baca juga: Sudin Kebudayaan Jaksel lestarikan sejarah lewat wajib kunjung museum

KemenPPPA pun melakukan berbagai upaya, salah satunya meningkatkan kewirausahaan perempuan yang berperspektif gender.

"Kami mendorong peran perempuan dalam menciptakan, mempromosikan, memasarkan, dan juga menggunakan produk-produk budaya Indonesia seperti kebaya yang kian melekat sebagai identitas dan warisan budaya bangsa Indonesia," tutur Bintang Puspayoga.

Baca juga: Menteri PPPA apresiasi museum Asmat lestarikan warisan budaya

Menurutnya, gerakan "Kebaya goes to UNESCO" merupakan kesempatan besar untuk mempromosikan, mendorong, dan meningkatkan kemampuan perempuan Indonesia dalam menciptakan kebaya menjadi busana di segala musim, segala usia, serta segala situasi agar generasi mendatang dapat lebih mencintai warisan budaya nusantara.

"Marilah kita perempuan Indonesia berjuang agar 'Kebaya goes to UNESCO' dapat terwujud. Mari kita bergerak saling bahu membahu, bergotong royong, bersolidaritas untuk mendorong kemajuan kebudayaan Indonesia di kancah peradaban dunia melalui kebaya," kata Menteri Bintang.

Baca juga: Yogyakarta gelar delapan kompetisi lestarikan sastra Jawa
Baca juga: Hari Purbakala, Komunitas Malam Museum ajak lestarikan cagar budaya