Menteri BUMN Erick Thohir Ulang Tahun ke-51

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir hari ini berulang tahun yang ke 51 tahun. Erick lahir di Jakarta pada 30 Mei 1970. Dia merupakan putra dari Teddy Thohir, seorang pengusaha yang ikut membesarkan Astra International.

Ayahnya berdarah Lampung sedangkan ibunya berdarah Tionghoa dan Sunda. Dia memiliki dua saudara kandung, diantaranya Garibaldi Thohir yakni seorang bankir investasi, dan seorang kakak perempuan bernama Rika Thohir.

Erick Thohir ditunjuk sebagai Menteri BUMN sejak tanggal 23 Oktober 2019 berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 113/P Tahun 2019 tentang Pembentukan Kementerian Negara dan Pengangkatan Menteri Negara Kabinet Indonesia Maju Periode Tahun 2019-2014.

Tak main-main, dilansir dari lama resmi bumn.go.id, Minggu (30/5/2021), ternyata Erick pada tahun 1991 meraih Bachelor or Arts dari Giandale University, dan menyelesaikan gelar Master of Business Administration dari National University of California pada tahun 1993.

Karier sebelum menjabat sebagai Menteri BUMN, antara lain adalah sebagai Direktur ANTV (2014), Komisaris Utama Mahaka Media, Ketua INASGOC Badan Pengelola Asian Games (2018), dan Ketua Tim Pemenangan Jokowi & Ma’ruf Amin dalam Pemilihan Presiden dan Wapres 2019.

Tidak hanya itu, menariknya Erick Thohir pernah mengakuisisi klub sepak bola yang berlaga di seri A yakni F.C. Internazionale Milano (Inter Milan) pada November 2013. Erick Thohir dipercaya sebagai presiden klub ke-21 dalam 106 tahun sejarah klub tersebut.

Bersamaan dengan itu, ia juga memiliki klub sepak bola Amerika, D.C. United dan juga pernah sebagai pemilik klub bola basket NBA Philadelphia 76ers.

Bikin Heboh

Presiden Inter Milan, Erick Thohir, menghadiri nonton bareng di SCD. Tangerang, Minggu (10/1/2016). (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)
Presiden Inter Milan, Erick Thohir, menghadiri nonton bareng di SCD. Tangerang, Minggu (10/1/2016). (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Setelah menjadi Menteri BUMN, Erick banyak membuat gebrakan yang menghebohkan publik. Dia melakukan aksi "bersih-bersih" BUMN, salah satunya mencopot sejumlah petinggi baik di jajaran direksi maupun komisaris BUMN di era Kepemimpinan Rini Soemarno dan mengangkat orang-orang baru.

Tak berselang lama, Erick kembali mengejutkan publik dengan mengangkat Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai Komisaris Utama Pertamina.

Selanjutnya, muncul masalah penyelundupan onderdil Harley Davidson keluaran tahun 1972 dan dua sepeda Brompton melalui penerbangan Garuda yang diperkirakan merugikan negara hingga Rp1,5 miliar. Tentunya tak tanggung-tanggung Erick langsung mencopot jabatan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk Ari Askhara. Pencopotan itu dilakukan karena Ari telah selundupkan barang tersebut.

Lalu Erick Thohir juga mengangkat mantan komisaris Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Chandra Hamzah sebagai Komisaris Utama PT Bank Tabungan Negara.

Di sisi lain dia juga menutup 51 anak cucu usaha BUMN dan memangkas BUMN menjadi 107 perusahaan dari sebelumnya 142 perusahaan. Demikian masih banyak gebrakan-gebrakan yang dilakukan Erick selama menjabat menjadi Menteri BUMN.