Menteri BUMN optimalkan operasi pasar penuhi ketersediaan pangan

Menteri BUMN Erick Thohir mengoptimalkan operasi pasar ( OP) kebutuhan bahan pokok untuk membantu masyarakat dalam memenuhi ketersediaan pangan.

"Kita berkomitmen untuk melakukan intervensi market agar masyarakat terjangkau untuk memenuhi kebutuhan pangan dengan harga murah dan terjangkau," kata Erick Thohir saat halalbihalal bersama santri di Pondok Pesantren Mathlal'ul Anwar Menes, Kabupaten Pandeglang, Rabu.

Selama ini, BUMN bekerja keras untuk menyeimbangkan situasi pasar agar harga kebutuhan bahan pokok relatif stabil dengan melakukan operasi pasar ( OP) minyak goreng. Harga minyak goreng di pasaran sempat mengalami "gonjang-ganjing" sehingga BUMN terus memaksimalkan intervensi pasar murah.

"Kami hari ini bersama Holding Pangan ID FOOD (PT Rajawali Nusindo dan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia) menggelar pasar murah paket sembako bertempat di Kampus Mathla'ul Anwar, Menes Pandeglang," katanya menjelaskan.

Menurut dia, BUMN juga berkomitmen dalam pemberdayaan ekonomi pesantren untuk mendukung program berkelanjutan pemerintah, sehingga dapat meningkatkan ekosistem pangan dengan menggandeng para santri sebagai bagian dari aset kemandirian ekonomi pesantren.

BUMN Pangan perlu menggandeng para santri sebagai aset keberlangsungan pangan.

Saat ini, pangan menjadi sorotan utama seperti minyak goreng, gula, beras, Komoditas tersebut menjadi kebutuhan pangan pokok para santri, guru, orang tua santri, dan komunitas alumni pondok pesantren yang menjadi satu kesatuan ekosistem.

"Pangan menjadi fokus pemerintah sehingga BUMN Holding Pangan ID FOOD dapat menciptakan rantai pasok pangan di lingkungan santri sebagai wujud kemandirian pangan di lingkungan pondok pesantren,” kata Erick.

Sementara itu, Direktur Utama Holding Pangan ID FOOD, Frans Marganda Tambunan mengatakan, ID FOOD mendukung pemerintah dalam menjaga ketersediaan pangan memenuhi kebutuhan masyarakat termasuk upaya meningkatkan kemandirian pangan melalui Ponpes.

BUMN Gerakan Bersih menggelar pasar murah sembako (beras, minyak goreng, dan gula) sebanyak 2.000 paket yang didistribusikan melalui PT Perusahaan Perdagangan Indonesia dan Rajawali Nusindo.

“Kami senang ada kegiatan pasar murah dari BUMN di pondok pesantren karena kebutuhan pangan pokok juga diperlukan para santri maupun keluarga,” ujar Pengurus Ponpes Mathla’ul Anwar, Ida

Sedangkan Direktur Komersial dan Pengembangan PT PPI , Andry Tanundjaja, mengatakan cadangan minyak goreng melimpah dan mencukupi kebutuhan nasional. PPI terus dan akan tetap mendukung program pemerintah dalam keterjangkauan dan ketersediaan pangan dengan menjual paket murah.

"Kami hadir di sini dengan minyak goreng yang terjangkau masyarakat. Sebelumnya kami pun telah mendistribusikan minyak goreng lebih dari 12 juta liter dan lebih dari 25 ribu paket pangan murah selama Ramadhan dan menjelang Idul Fitri," kata Andry.


Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel