Menteri BUMN serahkan bantuan vokasi pondok pesantren di Jatim

Menteri BUMN Erick Thohir menyerahkan bantuan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BUMN berupa bisnis terapan (vokasi) pondok pesantren di Jawa Timur.

Erick, saat kunjungan ke Ponpes Qomaruddin di Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, Jatim, Jumat, mengatakan melalui program ini, BUMN berupaya memberikan bantuan vokasi kepada guru di ponpes dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Erick mengatakan sektor pendidikan menjadi salah satu sektor terdepan dalam hal corporate social responsibility (CSR), yang sekarang dikenal program TJSL.

"Kami mengubah CSR BUMN, ke dalam tiga hal pokok. Yakni pendidikan, alam dan ekonomi kerakyatan," kata Erick Thohir dalam sambutannya.

Dalam sektor pendidikan, BUMN menyediakan 770 beasiswa hingga vokasi pendampingan guru.

"Juga ada program magang santri. Jadi santri boleh magang di BUMN, agar bisa beradaptasi dengan perkembangan dan mengaplikasikan ilmunya. Kami ingin meningkatkan pendidikan umat menjadi lebih baik dan SDM nomor satu," katanya.

Di sektor lingkungan, sudah banyak program yang dilakukan perusahaan BUMN. Seperti penanaman mangrove, penanaman pohon dan lain sebagainya. Ini komitmennya dalam rangka menjaga keseimbangan alam.

"Kami juga mendorong ekonomi kerakyatan, ekonomi keumatan. Membuka lapangan kerja seluas-luasnya, meningkatkan pendidikan umat juga pendampingan ekonomi kerakyatan terhadap UMKM," katanya.

Erick mencatat, tahun 2021 BUMN mendapat untung bersih sebesar Rp126 triliun, hal ini meningkat signifikan dari dua tahun sebelumnya yang hanya Rp13 triliun.

"Kami terus bersih - bersih diri, transparan dan profesional," katanya.


Baca juga: Peran penting BUMN pulihkan ekonomi
Baca juga: Hutama Karya perbaiki sarana ibadah dan pendidikan di Pariaman Sumbar
Baca juga: Peruri raih dua penghargaan TOP CSR Awards 2022

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel