Menteri BUMN siap optimalkan pengadaan atasi COVID-19

Nusarina Yuliastuti

Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan siap melaksanakan dengan optimal pengadaan berbagai peralatan dan perlengkapan medis serta alat pelindung diri dalam rangka mengatasi COVID-19.

"APD (Alat Pelindung Diri) kami juga mengadakan pengadaan, BUMN juga mengadakan pengadaan semaksimal mungkin," kata Menteri BUMN dalam konferensi pers di Wisma Atlet Kemayoran di Jakarta, Minggu.

Menteri BUMN menyatakan bahwa BUMN logistik dan berbagai rumah sakit yang berada di bawah pengelolaan BUMN juga siap terlibat dan siap mendukung untuk mengatasi COVID-19.

Baca juga: Menteri Erick pesan test kit COVID-19 dari Swiss

Dengan pengalihan fungsi dari Wisma Atlet menjadi RS Darurat Penanganan COVID-19, Erick menyatakan siap mendukung apalagi didukung beragam faktor seperti jumlah towernya yang cukup banyak serta ruang penampungannya yang memadai.

Sementara itu, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyatakan bahwa TNI memiliki 109 rumah sakit yang tersebar di seluruh Indonesia dan di masing-masing sedang dipersiapkan ruang isolasi yang mampu menampung 10-30 tempat tidur setiap rumah sakit.

"Sehingga masyarakat di seluruh Indonesia apabila positif atau gejala bisa langsung masuk ke rumah sakit TNI tersebut," katanya.

Ia menambahkan, Menteri BUMN juga sudah mampu menginventarisasi RS BUMN yang mampu menampung pasien terpapar.

Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Baharkam) Polri Komjen Agus Andrianto menuturkan, ada sebanyak 52 rumah sakit yang sudah disiapkan oleh jajaran kepolisian.

Panglima TNI juga mengemukakan bahwa semua rumah sakit yang dapat menangani pasien COVID-19, semuanya di bawah kendali Kepala Gugus Tugas baik pusat maupun daerah.

Baca juga: Pengamat apresiasi gerak cepat Erick siapkan Rumah Sakit Pertamina

Pemerintah telah berencana untuk membangun Rumah Sakit Darurat di Wisma Atlet Kemayoran dalam rangka menambah kapasitas penanganan pasien COVID-19.

Berdasarkan rencana Ditjen Perumahan Kementerian PUPR, setidaknya ada empat tower yang akan digunakan yakni 1,3,6 dan 7 di Blok D10 yang berada dekat RS Mitra Kemayoran Jakarta.

Rencana pemanfaatan tower yang ada yakni Tower 1 adalah lantai 1 sampai dengan 24 untuk dokter dan tenaga medis. Tower 1 tersedia 650 unit ruangan yang dapat menampung sekitar 1.750 orang.

Kemudian Tower 3 mulai lantai 1 sampai dengan 24 difungsikan sebagai Posko Gugus Tugas Penanganan COVID-19. Di tower ini tersedia 650 unit ruangan dan dapat menampung sekitar 1.750 orang.

Tower 6 mulai lantai 1 sampai dengan 24 difungsikan sebagai rumah sakit darurat dan ruang rawat inap pasien.

Baca juga: BUMN akan suplai kebutuhan medis RS darurat penanganan COVID-19

Pada tower ini tersedia 650 unit ruangan yang dapat menampung sekitar 1.750 pasien. Satu unit ruangan dapat menampung 3 orang pasien.

Tower 7 akan digunakan untuk beberapa fungsi antara lain lantai 1 untuk IGD, lantai 2 untuk ICU, lantai 3 untuk ruang pemulihan, lantai 4 hingga 24 untuk ruang rawat inap pasien. Di tower ini terdapat 886 unit dan dapat menampung 2.458 pasien.