Menteri Dalam Negeri Korsel Minta Maaf Atas Tragedi Halloween Itaewon

Merdeka.com - Merdeka.com - Menteri Dalam Negeri dan Keamanan Korea Selatan, Lee Sang-min, meminta maaf karena gagal mencegah kerumunan di Itaewon, yang menyebabkan 150 lebih orang tewas pada malam Halloween.

"Sebagai menteri pemerintah dengan tugas melindungi nyawa masyarakat, saya menyampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya kepada masyarakat," kata Lee Sang-min dalam pidatonya di Majelis Nasional, dikutip dari South China Morning Post.

Kepala Kepolisian Korsel, Yoon Hee-keun pada Selasa juga mengaku "sangat bertanggung jawab" karena salah penanganan terhadap sejumlah panggilan darurat pada malam tersebut. Dia menambahkan, dirinya bertanggung jawab karena gagal mencegah tragedi tersebut.

"Saya merasa sangat bertanggung jawab sebagai kepala salah satu kantor pemerintah," jelas Yoon Hee-keun.

"Polisi akan melakukan yang terbaik untuk mencegah tragedi seperti ini kembali terjadi."

Yoon juga mengatakan anggotanya tidak berhasil menangani panggilan darurat awal terkait tumpukan massa di Itaewon.

"Kami telah mengonfirmasi bahwa ada banyak panggilan darurat untuk memperingatkan situasi di lokasi beberapa saat sebelum kecelakaan terjadi. Cara penanganan situasi di TKP sebagai tanggapan atas panggilan darurat tersebut di luar ekspektasi," jelasnya.

Permintaan maaf juga datang dari Wali Kota Seoul, Oh Se-hoon. Dia mengatakan pemerintah kota Seoul akan mengerahkan semua sumber dayanya yang ada "sampai setiap warga bisa kembali ke kehidupan normal mereka".

Pesta Halloween di kawasan Itaewon, Seoul diperkirakan dihadiri sekitar 100.000 orang. Tragedi pada Sabtu malam itu terjadi ketika massa berjejalan dan berdesakan di suatu gang sempit.

Presiden Korsel, Yoon Suk-yeol mengumumkan masa berkabung nasional sampai 5 November, namun sampai saat ini belum menyampaikan permintaan maaf atas tragedi tersebut. Sementara itu, Perdana Menteri Korsel, Han Duk-soo pada Selasa mengatakan pemerintah memiliki tanggung jawab tak terbatas dalam melindungi nyawa masyarakat. [pan]