Menteri Edhy Bakal Terbitkan Kebijakan Penyaluran KUR Nelayan Ultra Mikro

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus menggenjot akses pemodalan bagi para pelaku usaha, baik itu nelayan, pembudidaya, pengolah dan pemasar hasil perikanan. Salah satunya melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Tercatat hingga Oktober 2020, realisasi KUR dalam sektor perikanan dan kelautan telah mencapai Rp 4,03 triliun. Angka ini melebihi target tahun 2020 yang ditetapkan KKP sebesar Rp3 triliun.

"KKP optimis angka realisasi KUR dapat terus meningkat hingga mencapai Rp 4,5 triliun pada akhir Desember 2020," kata Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Artati Widiarti dalam keterangannya, Jumat (13/11/2020).

Capaian ini meningkat sebesar 13,8 persen yoy yang sebesar Rp 3,54 triliun. Meski sempat mengalami perlambatan pada triwulan II 2020, namun memasuki triwulan III 2020 realisasi KUR meningkat signifikan dari Rp 2,04 triliun pada Juli 2020 menjadi Rp 3,52 triliun pada September 2020.

Artati menyampaikan KUR tersebut telah disalurkan kepada 130.278 pelaku usaha yang bergerak di sektor keluatan dan perikanan. Rinciannya, 33,4 persen pengolah dan pemasar, 31,9 persen pembudidaya, 26,5 persen nelayan, 8,06 persen jasa kelautan, dan 0,15 persen petambak garam.

Lanjut Artati, KKP menetapkan pertumbuhan debitur KUR sektor per sebesar 5 persen di tahun 2020. Jika dibandingkan dengan jumlah debitur pada Desember 2019, maka target pertumbuhan debitur ini telah terlampaui hingga 6,5 persen.

"Capaian KUR ini tentu juga tidak terlepas dari sinergi antara KKP dengan perbankan penyalur KUR (Bank BNI, Bank BRI, dan Bank Mandiri) yang tergabung dalam Pokja Kredit Program Sektor KP," katanya.

Adapun upaya yang dilakukan KKP dan perbankan dalam menjaring calon debitur potensial di antaranya melalui pengembangan klaster usaha perikanan, temu bisnis antara pelaku usaha dan penyalur KUR, sosialisasi dan edukasi yang dilakukan oleh dinas dan penyuluh perikanan, serta penjaringan debitur potensial secara daring melalui laman bit.ly/aksesmodal_KKP.

Tak hanya itu, peluncuran program Pasar Laut Indonesia yang menjadi bagian dari Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia pada tanggal 6 November 2020, bersamaan dengan peresmian Pasar Ikan Modern (PIM) Palembang juga turut meningkatkan debitur KUR.

Lebih dari 1.300 UMKM telah bergabung dalam Program Pasar Laut Indonesia dan mendapatkan kemudahan untuk memasarkan produknya secara digital. Mereka pun diberikan pembinaan dan pendampingan, termasuk didalamnya pembiayaan bagi UMKM.

Grand Launching

Pada grand launching lalu, Menteri Edhy Prabowo menyerahkan secara simbolis bantuan permodalan KUR dari Bank BNI, BRI, dan Mandiri kepada 7 pelaku usaha yang hadir dengan total Rp 1,275 miliar dan dana bergulir LPMUKP sebesar Rp 1,5 miliar kepada 3 pelaku usaha.

"UMKM sektor kelautan dan perikanan terbukti mampu bertahan dan berdaya saing di tengah pandemi Covid-19. Selain penjualan yang meningkat melalui media online, UMKM juga mampu berinovasi dengan menciptakan varian produk baru yang ready to eat dan ready to cook," terang Artati.

Lebih lanjut dalam waktu dekat Menteri Edhy akan menerbitkan kebijakan melalui Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan tentang Petunjuk Teknis Penyaluran KUR Sektor Kelautan dan Perikanan yang antara lain mengatur perluasan prioritas bidang usaha sektor kelautan dan perikanan yang dapat dibiayai KUR dan skala pelaku usaha sampai dengan skala usaha ultra mikro.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: