Menteri Edhy: Pembangunan SDM nasional formula Indonesia maju

Budi Suyanto

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menyatakan, pembangunan sumber daya manusia (SDM) secara nasional, sesuai dengan arahan dari Presiden Joko Widodo, merupakan formula yang penting agar Indonesia menjadi lebih maju.

"SDM unggul, Indonesia maju, adalah Indonesia maju rakyatnya, berinovasi dan kompeten, serta hasilnya dinikmati seluruh rakyat. Untuk mencapai cita-cita ini, pembangunan nasional SDM adalah kuncinya," kata Edhy Prabowo di Jakarta, Jumat.

Pada hari ini, KKP juga menggelar dialog dan FGD Forum Komunikasi Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan (P2MKP), yang merupakan lembaga pelatihan yang dikelola secara individu atau kelompok di bidang kelautan dan perikanan yang sukses dalam mengelola usahanya untuk dijadikan tempat pelatihan.

Baca juga: Menteri KKP perbaiki sinergi dan komunikasi dengan Kemenko Kemaritiman

Kegiatan bertajuk "P2MKP Berinovasi untuk SDM Unggul, Indonesia Maju" diikuti oleh sekitar 200 orang P2MKP yang mewakili 350 P2MKP seluruh Indonesia.

Melalui kegiatan ini, Edhy juga berharap agar dapat menjadi sarana media berbagi informasi terkait perkembangan dunia peningkatan kapasitas sumber daya manusia kelautan dan perikanan khususnya dalam bidang eplatihan.

Sebagai UMKM, lanjutnya, P2MKP akan dapat menghasilkan tenaga kerja yang kompeten dan mampu menjadi wirausaha baru di bidang kelautan dan perikanan.

Sebelumnya, KKP menajamkan prioritas kerja sama dalam bidang riset dan sumber daya manusia, sesuai dengan visi pemerintah yang juga ingin memajukan pengembangan SDM nasional.

Baca juga: Anggota DPR dorong KKP lakukan pengaturan, bukan pelarangan

Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia (BRSDM) KKP Sjarief Widjaja menyatakan, kerja sama yang selama ini dilaksanakan, ditujukan untuk memperkuat fungsi manajemen sumber daya yang dimiliki oleh BRSDM.

"Guna mendorong percepatan misi Kementerian Kelautan dan Perikanan, khususnya pilar kesejahteraan , BRSDM melakukan kerja sama baik dengan mitra dalam negeri maupun dengan mitra luar negeri," kata Sjarief Widjaja.

Menurut dia, kerja sama dengan mitra menjadi hal yang strategis, karena mitra juga berperan dalam hal transfer teknologi dan pengetahuan bidang KP.

Namun, lanjutnya, tentunya pelaksanaan kerja sama harus menjunjung tinggi prinsip kemitraan, kesetaraan, kebersamaan, dan saling menguntungkan, serta tidak hanya mendorong peningkatan kapasitas SDM individu, namun sekaligus bersifat kelembagaan perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi.

"Hal ini demi menjamin manfaat dan dampak yang dihasilkan dapat maksimal," papar Sjarief Widjaja.

Di samping itu, ujar dia, dikatakan bahwa terdapat tiga prioritas utama terkait filosofi dan prinsip kerja sama riset dan SDM yang harus menjadi landasan dalam setiap bentuk kerja sama, yakni mengenal potensi diri, mengidentifikasi keunggulan mitra, serta mengkalkulasi asas kemanfaatan.