Menteri Erick: Kenaikan saham-saham BUMN seiring kepercayaan investor

Subagyo
·Bacaan 2 menit

Menteri BUMN Erick Thohir menilai bahwa kenaikan saham-saham BUMN di Bursa Efek Indonesia (BEI) seiring kepercayaan investor.

Menurut Erick, kinerja saham-saham BUMN dalam beberapa hari terakhir ini melebihi kinerja saham-saham yang masuk dalam indeks LQ-45.

"Ini pertama kalinya saham BUMN lebih tinggi dari pada LQ-45, ini hal yang saya rasa positif apresiasi dari pasar secara langsung," ujar Menteri Erick dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR di Jakarta, Rabu.

Berdasarkan data BEI Rabu (20/1) tercatat indeks IDX BUMN20 meningkat sebesar 12,93 persen secara tahunan (Ytd). Sementara indeks LQ-45 naik 8,55 persen.

Baca juga: IHSG melambung, terkerek aksi korporasi sejumlah BUMN


Menurut Erick, positifnya kinerja saham BUMN itu dipicu dua hal, yakni penerapan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG), dan melakukan project masa depan," kata Erick.

Ia menyampaikan, proyek masa depan BUMN itu seperti proyek mobil listrik, dimana salah satu bahan baku baterai mobil listrik adalah nikel.

"Akhirnya orang percaya PT Antam (Persero) sebagai penyuplai nikel, tentu menjadi sahamnya yang baik," katanya.

Selain itu, lanjut dia, di sektor perbankan, BUMN juga melakukan sinergi untuk penyaluran kredit ultra mikro. Dan BUMN perbankan syariah yang juga mendapat apresiasi dari pasar.

Baca juga: Pengamat: Saham BUMN dan asing beri dividen lebih tinggi


Secara terpisah, Direktur Pengembangan BEI Hasan Fawzi mengatakan pihaknya mendorong agar para investor terus belajar dan meningkatkan pemahamannya dalam berinvestasi saham.

BEI sudah menyediakan berbagai program dan sarana dalam melakukan edukasi kepada masyarakat dan juga para investor, melalui kegiatan Sekolah Pasar Modal (SPM), webinar, workshop, dan melalui media sosial BEI.

"Silahkan untuk memanfaatkan program dan sarana edukasi ini, ataupun program edukasi yang dilakukan oleh para anggota bursa. Saat ini sebetulnya sudah sangat banyak program edukasi yang baik dalam berinvestasi saham ini, yang dapat diakses secara mudah oleh masyarakat dan para investor kita," kata Hasan.


Baca juga: Analis: saham BUMN lebih sulit pulih dari dampak COVID-19

Baca juga: Jaga pasar keuangan, Erick Thohir sebut enam BUMN beli kembali saham

Baca juga: IHSG anjlok, Wamen BUMN: Kita akan galang dapen masuk ke pasar saham