Menteri Erick Ungkap Pengembangan Vaksin Merah Putih

Raden Jihad Akbar, Mohammad Yudha Prasetya
·Bacaan 2 menit

VIVA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, mengatakan bahwa saat ini Kementerian BUMN melalui kerja sama dengan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) serta Kementerian Kesehatan (Kemenkes), terus berupaya untuk menggenjot riset pengembangan Vaksin Merah Putih.

Langkah itu dilakukan Kementerian BUMN, melalui sejumlah kerja sama yang telah dijalin dengan baik antara pihak Bio Farma dengan tujuh institusi lainnya. Di mana, salah satu institusi tersebut yakni Lembaga Eijkman Institute, serta enam universitas lainnya di Tanah Air.

Bahkan dari jalinan kerja sama tersebut, Erick memastikan bahwa saat ini sudah ada tanda-tanda di mana ada dua penemuan yang bisa dilakukan pada akhir tahun 2021 ini. Sehingga, apabila nantinya seed vaksin sudah diterima di Bio Farma, diharapkan pada kuartal I-2022 proses uji klinis sudah bisa dilaksanakan dan semoga tahap uji klinis terakhir bisa dilakukan di kuartal III-2022.

Baca juga: Update Harga Emas Senin 8 Januari 2021: Antam Tak Berubah, Global Naik

"Sehingga di Q4-2022, kami sudah mempunyai vaksin Merah Putih sendiri," kata Erick dalam telekonferensi, Senin 8 Februari 2021.

Di sisi lain, Erick menegaskan bahwa Kementerian BUMN juga masih memfokuskan diri pada tugas yang diberikan oleh pihak Kementerian Kesehatan. Khususnya, dalam mendukung program pengadaan vaksin dan program vaksinasi yang dilakukan oleh pihak Kemenkes.

Selain itu, lanjut Erick, Kementerian BUMN juga akan tetap mendorong kerja sama antarinstitusi di Indonesia, mengenai penerapan protokol kesehatan 3M dan 3T.

"Kami mencoba mendukung kegiatan yang berlangsung. Sekarang PPKM mikro dengan dua hal, pertama yakni kerja sama Bulog dengan Kapolri dan TNI untuk membantu mendistribusikan beras yang dibutuhkan saat PPKM mikro," kata Erick.

Kemudian, ada juga program pengadaan masker gratis ke Kementerian Dalam Negeri, Kapolri, dan TNI. Erick mengatakan, hal-hal inilah yang menjadi sumbangsih Kementerian BUMN dalam menjalankan tugas dan perannya di tengah situasi penanganan pandemi COVID-19 saat ini.

"Insya Allah, terlepas dari penugasan korporasi, tugas melayani masyarakat menjadi yang terdepan bagi BUMN. Program ini akan terus kami jalankan dan kami akan konsisten selama beberapa bulan ke depan," ujarnya.