Menteri ESDM: 2013 Tahun Lifting Minyak Terendah

Jakarta (ANTARA) - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik mengatakan, pada 2013 diperkirakan akan menjadi lifting minyak bumi terendah tetapi akan kembali meningkat mulai 2014.

"Kami memperkirakan 2013 ini akan menjadi tahun lifting minyak terendah Indonesia," kata Jero Wacik dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR di Jakarta, Senin.

Menteri ESDM pada kesempatan tersebut mengusulkan "range" atau jangkauan dari lifting minyak bumi yang diusulkan untuk RAPBN 2013 berkisar 890 - 930 ribu barel/hari.

Ia memaparkan, lifting minyak bumi Indonesia yang tercapai memang menurun selama beberapa tahun terakhir tetapi diprediksi jumlah tersebut akan meningkat pada 2014.

"Tahun 2014 akan menjadi rata-rata 936 ribu barel/hari dan tahun 2015 sedang kami perjuangkan menjadi 1,17 juta barel/hari dan 2016 menjadi 1,19 juta barel/hari," katanya.

Menurut dia, prediksi akan meningkatnya lifting minyak sejak 2014 diperkirakan dapat terealisasi karena dalam jangka waktu beberapa tahun ke depan akan terdapat tambahan lifting dari sejumlah ladang minyak.

Namun, Jero Wacik berpendapat bahwa bila situasi dan kondisi perpolitikan Indonesia jelek maka peningkatan kembali lifting minyak dapat menjadi mundur kembali dan bahkan baru dapat meningkat kembali lebih lama dari 2014.

"Jika kita semakin lalai dan kurang kompak dalam mengawal ini, maka (peningkatan lifting minyak) ini akan semakin molor," katanya.

Sebelumnya, Badan Pelaksana Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) memperkirakan, produksi siap jual (lifting) minyak mentah dan kondensat pada 2013 maksimal mencapai 910.000 barel per hari.

Kepala BP Migas, R Priyono di Jakarta pada 22 Mei lalu mengatakan, perkiraan lifting minyak tersebut lebih tinggi dibanding usulan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) sebesar 846.000 barel per hari.

"Prognosa kami, lifting minyak tahun depan berkisar antara 880.000-910.000 barel per hari," katanya.

Priyono mengatakan, lifting minyak 2013 mengandalkan tambahan produksi dari 15 lapangan antara lain Karendan dengan operator Salamander Bengkanai Energi Ltd, South Mahakam (Total EP Indonesie), Gundih (Pertamina), South Mahakam Phase 2 (Total EP Indonesie), Letang, Tengah, Rawa (ConocoPhillips), dan Pondok Makmur Phase 1 (Pertamina EP).

Kemudian, Anoa (Premier Oil Natuna Sea BV), Duri Area 13 (Chevron Pacific Indonesia), GG (Pertamina Hulu Energy ONWJ), UL (Pertamina Hulu Energy ONWJ), Jambu Aye Utara (Eni Krueng Mane Ltd), Rantau (Pertamina EP), Talang Jimar (Pertamina EP), Banyu Urip (Mobil Cepu Ltd), dan Jambi Merang (JOB Pertamina-Talisman Jambi Merang).(rr)



Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...