Menteri ESDM Meresmikan 17 Lembaga Penyalur BBM Satu Harga

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Menteri Energi dan Sumber Daya Manusia (ESDM) Arifin Tasrif meresmikan secara serentak 17 lembaga penyalur BBM Satu Harga di Indonesia.

Peresmian berlangsung di Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Peresmian BBM Satu Harga juga diikuti 5 lokasi lain secara online, pada Kamis 16 September 2021 ini.

Kelima lokasi tersebut yakni di Kabupaten Lombok Tengah, yakni di Kabupaten Musi Banyuasin (Sumatera Selatan), Kabupaten Landak (Kalimantan Barat), Kabupaten Bengkayang (Kalimantan Barat), Kabupaten Ketapang (Kalimantan Barat) dan kabupaten Merauke (Papua).

“Kami merasa bahagia sekali mendapatkan kesempatan bertemu di mana acara ini kami cukup penting untuk bisa memberikan informasi terkait pelaksanaan program BBM satu harga untuk daerah-daerah yang berlokasi di daerah 3T yaitu Tertinggal, terdepan dan terluar Indonesia,” kata Menteri Arifin Tasrif.

Menurutnya, program BBM satu harga merupakan suatu program wujud nyata dari pemerintah dalam melaksanakan sila kelima dalam Pancasila yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Disamping itu, pihaknya juga berterimakasih kepada Pertamina dan BPH Migas atas kerjasamanya dalam mewujudkan BBM Satu Harga untuk menjangkau daerah 3T.

Dia pun berharap ke depannya program ini bisa terus ditingkatkan ke pelosok-pelosok negeri lainnya agar masyarakat bisa mendapatkan BBM dengan harga yang wajar.

Dimulai pada 2017

Menteri Energi dan Sumber Daya Manusia (ESDM) Arifin Tasrif meresmikan secara serentak 17 lembaga penyalur BBM Satu Harga di Indonesia.
Menteri Energi dan Sumber Daya Manusia (ESDM) Arifin Tasrif meresmikan secara serentak 17 lembaga penyalur BBM Satu Harga di Indonesia.

Dia menjelaskan, bahwa energi sangat penting untuk mendorong pertumbuhan perekonomian. Salah satu hal yang paling penting adalah bagaimana Pemerintah bisa menciptakan dan membangun infrastruktur, sehingga masyarakat bisa menikmati dan meningkatkan kegiatan masyarakat yang berdampak terhadap perekonomiannya.

Adapun program BBM satu harga ini dimulai pada 2017 secara nasional dan sampai dengan tahun 2020 sudah terbangun lebih dari 250 stasiun penyalur BBM satu harga.

“Untuk tahun 2021 dalam sekarang ini kita meresmikan secara serentak 17 penyalur BBM, maka di tahun 2021 masih ada 44 penyalur yang sudah melaksanakan penyalurannya dari target 76 penyalur,” ujarnya.

Oleh karena itu, dalam sisa waktu kurang lebih 3 bulan Kementerian ESDM berharap target di 2021 ini bisa dipenuhi.

“Kami memiliki target sampai dengan tahun 2024 kita harus bisa mencapai 584 penyalur BBM satu harga di seluruh Indonesia. Jadi dalam rentang waktu Kurang lebih 3 tahun kita memiliki tantangan untuk bisa membangun paling tidak 80-100 stasiun pertahunnya,” pungkasnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel