Menteri ESDM Minta Anak Buahnya Percepat Realisasi Anggaran 2020

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengingatkan seluruh jajarannya untuk mempercepat realisasi sisa anggaran Kementerian ESDM TA 2020. Mengingat kurang dari dua bulan lagi waktu yang bisa dimanfaatkan untuk belanja kementerian.

"Saat ini sudah akhir tahun 2020, Saya ingatkan agar masing-pimpinan melakukan percepatan terhadap realisasi anggaran," singkat dia dalam acara Pelantikan Pimpinan Tinggi Madya (eselon 1) dan satu orang Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (eselon 2) di Kementerian ESDM, Jumat (6/11).

Kendati demikian, Arifin meminta realisasi anggaran dilakukan secara akuntabel dan transparan. "Sehingga perlu monitoring," paparnya.

Lebih lanjut, dia juga mengajak seluruh jajarannya untuk dapat bekerja secara maksimal di sisa penghujung tahun ini. Antara lain dengan mendepankan unsur sinergi dan kolaborasi disertai integritas tinggi dalam melakukan tugas dan fungsi yang diemban.

"Utamakan pelayanan, mempermudah proses, menguatkan kerjasama baik dengan stakeholder. Dengan demikian saya yakin kinerja ESDM semakin baik," tegasnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati berharap sisa APBN TA 2020 bisa terealisasi secara optimal dalam 2,5 bulan mendatang. Penyerapan anggaran ini diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan ekonomi nasional, khususnya sektor demand atau permintaan.

"Kami berharap bahwa APBN dalam waktu yang hanya sekarang tinggal dua setengah bulan bisa betul-betul dimaksimalkan. Ini untuk bisa meningkatkan pemulihan ekonomi terutama dari sisi demand," ujar dia dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi 2020 di Jakarta, Kamis (22/10).

Mengenai besaran pertumbuhan angkanya, dirinya tidak bisa memastikan. Hanya saja pertumbuhan kuartal III dapat lebih baik dari yang terjadi pada sebelumnya di kuartal II-2020.

"Soal angka besar kemungkinan tidak seperti kuartal II dan akhir tahun masih tanda tanya. Kalau liat ramalan-ramalan (akhir tahun) kita bisa minus juga nol. Ini kesiapan psikologi saja," katanya.

Menteri ESDM Lantik Dirjen Migas dan EBTKE Baru

Menteri ESDM  Arifin Tasrif memberikan sambutan dalam pembukaan Jakarta Energy Forum 2020 di Jakarta, Senin (2/3/2020). Jakarta Energy Forum 2020 tersebut mengangkat tema ‘The Future of Energy’. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Menteri ESDM Arifin Tasrif memberikan sambutan dalam pembukaan Jakarta Energy Forum 2020 di Jakarta, Senin (2/3/2020). Jakarta Energy Forum 2020 tersebut mengangkat tema ‘The Future of Energy’. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif melantik dua pejabat eselon I di instansinya. Yaitu, Dirketur Jenderal Minyak dan Gas Bumi dan Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi

Pejabat yang dilantik tersebut adalah Tutuka Ariadji yang ditunjuk sebagai Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi dan Dadan Kusdiana sebagai Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi. Sebelumnya, Dadan menjabat sebagai Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral.

Arifin mengatakan, jabatan Dirjen Migas dan EBTKE merupakan unsur pelaksanaan penting di Kementerian ESDM, sebab berperan dalam memenuhi kebutuhan energi nasional.

"Tugas meneruskan dan mengawasi dua sektor itu dalam upaya mendukung penyediaan energi nasional untuk kesejahteraan masyarakat," kata Arifin, di Jakarta, Jumat (6/11/2020).

Menurut Arifin, tantangan yang akan dihadapi ke depan tidaklah mudah, terlebih saat ini kita tengah berupaya bangkit untuk memulihkan ekonomi akibat pandemi. Untuk itu, dia minta Dirjen Migas membantunya dalam mewujudkan beberapa program strategis agar rencana jangka panjang pemenuhan target produksi minyak 1 juta barel per hari terwujud.

"Antara lain strategi mempertahankan tingkat produksi eksisting yang tinggi, transformasi sumber daya atau produksi EOR dan melakukaan ekplorasi secara masif untuk penemuan baru," tuturnya

Sedangkan untuk Dirjen EBTKE, Arifin berharap dapat dibantu dalam mewujudkan program strategis di bidang EBT, seperti meningkatkan porsi EBT, percepatan bauran EBT sesuai target 23 persen di 2025.

"Saat ini realisasinya masih di bawah 10 persen. program2 menyiapkan pengembangan pembangkit listrik EBT dari panas bumi, air, bio energi termasuk sampah kota, bayu dan surya," tutup Menteri ESDM.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: