Menteri ESDM Minta Masyarakat Hemat Konsumsi BBM, Biasa 3 Liter Kurangi Jadi 2 Liter

Merdeka.com - Merdeka.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Arifin Tasrif meminta masyarakat melakukan penghematan energi, khususnya dalam penggunaan bensin. Setidaknya mengurangi konsumsi Pertalite dari semula 3 liter menjadi 2 liter saja.

"Bisa tidak kita coba dengan kesadaran menghemat energi. Gimana caranya, yang biasa keluar bensin 3 liter, bisa enggak 2 liter saja," kata Arifin di Hotel Ayana, Jakarta Pusat, Jumat (9/9).

Pengurangan konsumsi Pertalite kata dia bisa berpotensi menurunkan harga Pertalite. Asalkan harga minyak dunia terus mengalami tren penurunan. Sehingga permintaan energi menjadi berkurang, sebagaimana hukum ekonomi.

"Nanti kita lihat (tren harga ICP), kalau harga minyak membaik, insyaallah ( (harga Pertalite turun)," kata dia.

Pemerintah Masih Kaji Pembatasan BBM Subsidi

Sementara itu, terkait pembatasan penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, pemerintah masih melakukan pembahasan. Dia menyebut ada beberapa pilihan kebijakan. Hanya saja, pemerintah masih melakukan pertimbangan untuk memutuskan kebijakan yang akan diambil.

"Jadi sekarang sedang dibahas karena ada beberapa opsi. Kan pertimbangannya dalam, kita juga mengidentifikasi harus teliti," ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, dalam rangka pembatasan penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, Direktur Utama PT Pertamina Persero Tbk. Nicke Widyawati mengaku telah membuat simulasi pembatasan dengan pemerintah. Setidaknya ada 3 pilihan yang telah disimulasikan untuk mengurangi penggunaan bensin jenis Pertalite.

"Iya kami pernah simulasi dengan kementerian yang ada di bawah Koordinator Bidang Perekonomian, ada beberapa opsi," kata Nicke dalam Rapat Dengan Pendapat (RDP) di Komisi VI DPR-RI, Jakarta, Kamis (8/9).

Pilihan pertama membatasi kendaraan roda empat dengan kapasitas mesin 1.500 cc dan kendaraan roda dua 250 cc. Kedua membatasi kendaraan roda empat berkapasitas mesin 1.400 cc dan kendaraan roda dua berkapasitas 150 cc.

Sedangkan pilihan ketiga BBM subsidi hanya boleh dinikmati pengguna kendaraan roda 2 dan kendaraan plat kuning saja. Artinya selain motor, hanya kendaraan umum atau transportasi publik yang bisa membeli Pertalite.

"Ini sudah semua simulasinya dan ini akan jadi konsideran dalam perpres (peraturan presiden)," kata dia. [idr]