Menteri ESDM Pastikan Premium Makin Langka Tahun Depan

·Bacaan 1 menit

VIVA – Pemerintah berencana mengurangi pasokan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium di wilayah Jawa, Madura dan Bali (Jamali) pada tahun depan. Implementasi kebijakan penghapusan premium semakin dekat.

Hal tersebut disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan kuota dalam rapat kerja dengan Komisi VII di Jakarta, hari ini. Arifin menjawab pertanyaan Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto terkait hal tersebut.

Mulyanto menanyakan kepada Arifin terkait penghapusan premium yang resmi akan dilakukan tahun depan. Sebab, BBM RON 88 ini, disebutnya tidak masuk daftar subsidi tahun 2022.

Baca juga: Kemenkeu: Gaji ke-13 PNS 2021 Mulai Dicairkan 3 Juni

"Premium apakah resmi dihapus di 2022 karena tidak ada di daftar subsidi?" kata Mulyanto, Rabu, 2 Juni 2021.

Arifin pun tak membantah hal tersebut. Menurutnya, Kementerian ESDM akan mulai mengurangi kuota premium khusus di wilayah Jamali.

"Jadi untuk Premium ini, memang disebabkan oleh masalah emisi, memang akan dikurangi di daerah Jamali, Jawa-Madura-Bali, sementara di luar Jamali masih tetap dilakukan suplai Premium," kata Arifin.

Dia mengatakan, sebagai gantinya, Pemerintah akan menggelontorkan stok pertalite di Jamali. Sebab, BBM jenis itu dinilai lebih ramah lingkungan.

"untuk Jamali ini masuk Pertalite karena Pertalite ini lebih ramah lingkungan," singkatnya. (Ant)