Menteri ESDM tinjau infrastruktur kendaraan listrik Pertamina di Bali

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif meninjau Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Green Energy Station (GES) yang juga Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) milik Pertamina yang berlokasi di Denpasar, Bali.

Menurutnya, pengoperasian SPBU dapat mendorong evolusi kendaraan bermotor dari sebelumnya menggunakan bahan bakar minyak menjadi bahan bakar listrik yang lebih bersih untuk lingkungan dan hemat biaya, karena biaya listrik juga akan semakin kompetitif.

"Inilah evolusi kendaraan bermotor yang tadinya bermotor bakar jadi berlistrik, bersih lingkungan dan hemat. Biaya listriknya juga semakin lama semakin kompetitif karena sekarang (badan usaha) berkompetisi untuk membesarkan usaha, sebagai contoh seperti solar panel yang semakin murah," kata Arifin dalam keterangan di Jakarta, Selasa.

Apabila tetap menggunakan bahan bakar fosil, lanjutnya, biaya yang dikeluarkan pengendara akan semakin mahal dan belum lagi kelak muncul kena pajak karbon.

Arifin mengajak masyarakat untuk beralih ke energi bersih terbarukan yang dapat diperbaharui dan bersumber langsung dari alam.

Selain itu, ia juga mendorong partisipasi seluruh pihak untuk mempercepat transisi menuju kendaraan listrik menuju efisiensi nasional.

"Jadi memang siapa pun bisa ikut, bagaimana kita bisa mendorong demand kendaraan listrik dari sisi biaya bahan bakar," ujar Arifin.

Lebih lanjut ia menegaskan bahwa penggunaan kendaraan listrik dapat menguntungkan para pengendara dibanding dengan penggunaan kendaraan BBM.

"Biaya bahan bakar kalau pakai BBM itu Rp30.000 per hari, tetapi kalau pakai swap baterai hanya Rp10.000 per hari, itu all day. Grab juga sudah menyediakan paket seperti leasing, jadi mitra Grab mengeluarkan biaya (sewa sepeda motor listrik) per hari Rp60.000, dalam tiga tahun motor jadi milik pengendara," terang Arifin.

PT Pertamina (Persero) berkomitmen untuk meningkatkan pembangunan GES, yakni inovasi SPBU bertenaga surya dan ramah lingkungan yang saat ini berjumlah 240 menjadi sekitar 300 unit di akhir tahun 2022.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan pihaknya a akan meningkatkan sumber energi baru terbarukan baik di hulu, kilang, dan hilir sesuai target bauran energi.

Saat ini, Pertamina memulai pengembangan di sisi hilir dan mulai dengan kendaraan roda dua untuk mendukung ekosistem kendaraan listrik.

"Konsep kami adalah menjual baterai swap untuk memberikan kemudahan bagi para pengendara motor, untuk di awal, supaya skalanya masuk," kata Nicke.

"Di Bali, kami kerja sama dengan Grab untuk pembangunan ekosistem ini. Kalau ekosistem ini sudah terbangun maka ini otomatis akan memberikan kemudahan ke masyarakat yang akan beralih menggunakan kendaraan listrik," imbuhnya.

Baca juga: Wapres: KTT G20 awali gerakan konversi kendaraan listrik di Indonesia

Baca juga: Dirut PLN peragakan isi daya kendaraan listrik di depan Wapres