Menteri Harapkan RUU Protokol Nagoya Disetujui DPR

Cibinong, Bogor (ANTARA) - Menteri LIngkungan Hidup Prof Dr Balthasar Kambuaya berharap Rancangan Undang-Undang (RUU) Ratifikasi Protokol Nagoya dapat segera dibahas dan disetujui oleh DPR, karena menyangkut keselamatan sumber daya alam dan keanekaragaman hayati Indonesia.

"Dua minggu lalu draf RUU itu sudah saya sampaikan ke DPR," kata Menteri LH dalam acara pencanangan "Gerakan Masyarakat Menanam Bambu" di Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Jumat.

Menurut dia, biodiversitas yang dimiliki Indonesia harus didukung dengan perangkat aturan, agar manfaatnya juga dapat dirasakan oleh masyarakat Indonesia, termasuk masyarakat adat yang secara turun-temurun memiliki sumber daya alam itu.

Protokol Nagoya, kata Menteri KLH, setidaknya mengatur tiga hal yang penting bagi Indoensia sebagai negara "mega biodiversity".

Pertama soal akses masuk, harus ada aturan dan prosedur bagi yang ingin memanfaatkan keanegaraman hayati Indonesia.

Kedua, aspek kemanfaatan, yakni harus ada manfaat yang dirasakan oleh masyarakat setempat, dan ketiga, menyangkut perlindungan atas biodiversitas Indonesia.

Ratifikasi Protokol Nagoya merupakan salah satu bentuk upaya Indonesia agar dapat mengelola dan merasakan manfaat dari kekayaan biodiversitas tersebut.

"Selama ini kita hanya bangga dengan kekayaan sumber daya alam yang kita miliki, tapi justru orang luar yang mendapatkan keuntungan, termasuk dengan cara-cara illegal," kata Balthasar dalam acara di markas Yayasan Bambu Indonesia, Sukahati.

Oleh sebab itu, jika RUU Ratifikasi Protokol Nagoya sudah disetujui DPR, maka nantinya dapat menjadi suatu peraturan untuk diterapkan secara nasional.

Protokol Nagoya tentang Akses kepada Sumber Daya Genetik dan Pembagian Keuntungan yang Adil dan Seimbang dari Pemanfaatannya diadopsi di Nagoya, Jepang pada tanggal 30 Oktober 2010.

Protokol ini merupakan perjanjian internasional baru yang membangun dan mendukung implementasi Konvensi Keanekaragaman Hayati, terutama satu dari tiga tujuan KKH, yaitu pembagian yang adil dan seimbang dari keuntungan yang dihasilkan oleh pemanfaatan sumber daya genetik.

Indonesia merupakan salah satu negara yang telah menandatangani Protokol Nagoya pada tahun 2011.

Bambu


Menteri LH dalam kesempatan berada di Bogor untuk mencanangkan "Gerakan Menanam Bambu" dan peluncuran buku "Serumpun Bambu Sejuta Karya" yang ditulis H Jatnika Nanggamiharja tersebut mengatakan bahwa bambu adalah bagian dari kekayaan alam Indonesia sejak dulu.

"Bambu sejak dulu telah erat dengan kehidupan masyarakat Indonesia," katanya.

Bambu selalu hadir dalam aspek-aspek budaya asli Indonesia.

Tanaman bambu memiliki banyak manfaat, termasuk untuk mengurangi erosi, dan longsor, serta memiliki nilai ekonomi yang tinggi.

Indonesia sendiri memiliki keanekaragaman jenis bambu. Dari sekitar 1500 jenis bambu yang sudah dikenal, 147 diantaranya merupakan jenis asli Indonesia.(rr)




Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.