Menteri Ida Gelar Halal Bihalal Virtual dengan 1.000 Pegawai Kemnaker

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah melakukan halal bihalal Idullfitri 1441 H secara virtual bersama sekitar 1.000 pegawai Kementerian Ketenagakerjaan di tersebar mulai dari Aceh sampai Papua, pada Jumát (29/5/2020).

Dalam kesempatan ini, Ibu Ida memberikan apresiasi atas partisipasi, kerja keras dan kerja cerdas seluruh keluarga besar di lingkungan Kemnaker. Meski baru menjalankan tugas selama enam bulan, Menaker Ida mengaku telah merasakan suasana kekeluargaan yang luar biasa.

"Mari kita jaga semangat kerja dan semangat kekeluargaan ini dalam menghadapi kondisi pandemic Covid-19. Kita jaga kebersamaan ini untuk memberikan yang terbaik kepada bangsa dan negara, " kata Ida Fauziyah dikutip dari keterangan tertulis, Jumat (29/5/2020).

Ida menggarisbawahi pernyataan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo yang menyebut saat ini sedang dalam kondisi perang melawan Covid-19. Dalam kondisi perang, harus ada satu komando dan tak perlu terlalu banyak diskusi dan berwacana.

"Posisi sekarang ini, kondisi tak normal, membutuhkan kita siap siaga, posisinya harus dalam satu komando agar kita betul-betul menjadi pemenang melawan Covid-19. Kita harus tetap produktif walaupun kerja secara work from home, " kata Ida Fauziyah.

 

Berdampingan dengan Corona

Menaker Ida Fauziyah melakukan halal bihalal Idullfitri 1441 H secara virtual bersama sekitar 1.000 pegawai Kementerian Ketenagakerjaan Jumát (29/5/2020). (Dok Kemnaker)

Dengan kondisi tersebut, lanjut Ibu Ida, sesuai arahan Presiden Joko Widodo, maka mau tak mau, harus bisa hidup berdampingan untuk sementara dengan Covid-19. "Hidup berdampingan adalah menyesuaikan diri dengan keberadaan virus Corona. Perubahan secara cepat adalah keniscayaan yang harus dihadapi masyarakat dengan menyiapkan tatanan kehidupan yang baru atau new normal, " ujar Ida.

Ia menambahkan tugas pemerintah yakni memberikan guidance kepada masyarakat agar memiliki protokol dan penyesuaian kehidupan baru. Dalam tatanan baru ini, Kemnaker memiliki tanggung jawab merespons pada aspek ketenagakerjaan, dan mengelola tanggung jawab secara baik pelayanan ketenagakerjaan di lingkup Kemnaker.

"Seluruh sumberdaya Kemnaker harus diarahkan merespons kehidupan baru yang memiliki tantangan berbeda. Jika selama ini terbiasa mengelola BLK secara offline, maka mesti mendisain BLK secara online dan offline, " ujarnya.